TEBING TINGGI, RATA NEWS.ID :
Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Tebing Tinggi Erwin Suheri Damanik, memberikan instruksi tegas kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk tidak sekadar menjadikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) sebagai slogan. Hal tersebut ditegaskan Sekdako saat memimpin Rapat Koordinasi Pelaksanaan Germas Tahun 2026 di Aula Bappeda, Senin (25/5/2026).
Dalam arahannya, Sekdako Erwin Suheri Damanik, menekankan pentingnya kedisiplinan aparatur pemerintah serta komitmen seluruh OPD dalam mendukung program Germas secara nyata dan berkelanjutan.
Menurut Sekdako, Germas tidak boleh hanya menjadi slogan, melainkan harus diwujudkan melalui aksi konkret di tengah masyarakat, mulai dari pembiasaan olahraga, pola hidup sehat, hingga peningkatan pelayanan publik yang mendukung kesehatan masyarakat.

“Gerakan masyarakat hidup sehat ini, harus dimulai dari aparatur pemerintah sendiri. Jangan hanya teori, tetapi harus ada aksi nyata. Kita ingin ASN sehat, aktif, disiplin dan produktif,” tegas Erwin Suheri.
Sekdako juga meminta Dinas Pemuda dan Olahraga, agar memperkuat pelaksanaan kegiatan Car Free Day setiap pekan, dengan melibatkan seluruh OPD secara bergiliran. Selain itu, ia mendorong pembangunan sarana olahraga melalui APBD, maupun dukungan CSR perusahaan.
Dalam kesempatan tersebut, Sekdako turut menyoroti meningkatnya kasus penyakit tidak menular seperti stroke, hipertensi, diabetes dan penyakit jantung, di Kota Tebing Tinggi. Ia menilai, kondisi tersebut dipengaruhi minimnya aktivitas fisik, pola makan tidak sehat serta rendahnya kesadaran masyarakat untuk berolahraga.

“Kalau kita sehat, maka produktivitas meningkat. Jangan sampai setelah pensiun baru sakit-sakitan. Germas ini harus menjadi budaya hidup sehari-hari,” ujarnya.
Selain sektor kesehatan, Sekdako juga meminta seluruh OPD untuk berperan aktif sesuai tugas dan fungsi masing-masing, termasuk Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perkim, hingga kecamatan dan kelurahan, dalam mendukung lingkungan sehat, sanitasi, kebersihan dan aktivitas fisik masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tebing Tinggi dr. Fitri Sari Saragih, dalam laporannya menyampaikan, bahwa Kota Tebing Tinggi saat ini menghadapi tantangan kesehatan yang cukup kompleks, yakni meningkatnya penyakit tidak menular, bersamaan dengan masih tingginya penyakit menular.
Ia menjelaskan, berdasarkan data kesehatan tahun 2025, penyakit seperti stroke, diabetes, hipertensi, jantung, ISPA, DBD, hingga tuberkulosis, masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat.

“Permasalahan ini dipengaruhi gaya hidup tidak sehat, kurang aktivitas fisik, rendahnya konsumsi buah dan sayur, serta tingginya paparan asap rokok,” jelas dr. Fitri Sari Saragih.
Selain itu, capaian Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan di Kota Tebing Tinggi, baru mencapai 37 persen atau 13 kelurahan dan angka stunting juga masih berada di kisaran 17 persen.
Dalam rapat tersebut, Dinas Kesehatan berharap, seluruh OPD dapat memperkuat sinergi dan memasukkan program Germas ke dalam dokumen perencanaan daerah, agar implementasi di lapangan berjalan lebih maksimal dan terukur.
Rapat koordinasi Germas Tahun 2026 ini, diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektoral, demi mewujudkan Kota Tebing Tinggi yang sehat, produktif dan sejahtera.
Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh Kepala Bappeda Sanulita Viviana, perwakilan OPD, para camat serta tim koordinasi Germas Kota Tebing Tinggi dan Tim Peliputan Diskominfo. (02.RN/H. Suhartoyo).











