BREAKING

Diragazza Flore - IMG 20250817 WA0002 scaled
Nasional

Sixboydani, Kepala SDN 22 Batang Tuhur Bangun Akses Air Bersih, Wujudkan Semangat Pasaman Bangkit

Meski Baru Sekitar Dua Setengah Bulan Memimpin, Sixboydani Telah Menunjukkan Langkah Konkret Dalam Menjawab Berbagai Kebutuhan Mendasar Sekolah

Sixboydani, Kepala SDN 22 Batang Tuhur Bangun Akses Air Bersih, Wujudkan Semangat Pasaman Bangkit - IMG 20260912 085150
Kepala SDN 22 Batang Tuhur Sixboydani foto bersama para guru, di Depan Kantor Kepala Sekolah Jumat (11/9/2026).

Pasaman, Sumatera Barat, Rata News.id ; Sekolah Dasar (SD) Negeri 22 Batang Tuhur, Nagari Cubadak Tengah, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat, merupakan salah satu institusi pendidikan yang memiliki arti penting bagi masyarakat setempat.

Berada di kawasan perbukitan dengan panorama alam yang indah, sekolah ini terus berupaya meningkatkan kualitas lingkungan maupun pelayanan pendidikan bagi peserta didik.

Sejak 20 Juli 2026, tongkat kepemimpinan SDN 22 Batang Tuhur dipercayakan kepada Sixboydani, SPd, sebelumnya menjabat sebagai Kepala SDN 21 Kelabu. Ia menggantikan kepala sekolah sebelumnya, Misran Sari, SPd. Meski baru sekitar dua setengah bulan memimpin, Sixboydani telah menunjukkan langkah konkret dalam menjawab berbagai kebutuhan mendasar sekolah.

Sixboydani, Kepala SDN 22 Batang Tuhur Bangun Akses Air Bersih, Wujudkan Semangat Pasaman Bangkit - IMG 20260912 085214 scaled
Gedung SDN 22 Batang Tuhur, tampak sejuk, nyaman dan bersih.

Salah satu perhatian utamanya adalah persoalan ketersediaan air bersih yang selama ini menjadi tantangan, karena posisi sekolah berada di kawasan relatif tinggi. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Sixboydani membangun komunikasi dengan masyarakat sekitar dan mengupayakan pemanfaatan sumber air di kawasan lebih rendah, tepatnya di sekitar permukiman warga, di tepi jalan lintas provinsi Panti–Simpang Empat, Pasaman Barat.

Masyarakat pun memberikan dukungan dengan menyediakan lokasi untuk pembuatan sumur. Air dari sumur tersebut kemudian disedot, menggunakan mesin pompa dan dialirkan melalui selang menuju kawasan sekolah, yang berada di dataran lebih tinggi.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan di lingkungan pendidikan, tidak semata-mata berkutat pada aspek administrasi, tetapi juga membutuhkan kemampuan membaca persoalan lapangan, membangun komunikasi sosial, serta mencari solusi yang realistis bersama masyarakat.

Sixboydani, Kepala SDN 22 Batang Tuhur Bangun Akses Air Bersih, Wujudkan Semangat Pasaman Bangkit - IMG 20260912 085240 scaled
Tangga naik dari jalan lintas Provinsi ke lokasi sekolah sangat tinggi. Terlihat Guru dan Siswa sedang melaksanakan gotong royong.

“Alhamdulillah, kuncinya sebenarnya komunikasi. Dengan komunikasi yang baik, masyarakat bisa diajak bersama-sama mencari solusi untuk kepentingan sekolah,” ujar Sixboydani saat ditemui wartawan di SDN 22 Batang Tuhur, Jumat (11/9/2026).

Konsisten membangun budaya bersih, tidak hanya persoalan air bersih, Sixboydani juga memberikan perhatian terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah. Ia menerapkan kegiatan gotong royong secara rutin yang melibatkan guru dan siswa, sedikitnya satu kali dalam sepekan.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar menciptakan lingkungan sekolah bersih dan nyaman, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi peserta didik. Kebijakan itu sekaligus sejalan dengan semangat Program Pasaman Bangkit yang didorong Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman, Muslim, SPd, MPd, khususnya dalam membangun budaya sekolah bersih, tertib, sehat dan nyaman.

Kebijakan tersebut dinilai memberikan arah positif bagi satuan pendidikan, agar tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang sehat dan berkarakter.

Berpengalaman di Dunia Pendidikan
‎Sixboydani bukan sosok baru dalam dunia pendidikan di Kecamatan Dua Koto. Perjalanan kariernya sebagai pendidik telah dilalui dalam rentang waktu cukup panjang, dengan pengalaman di sejumlah sekolah. ‎Ia pertama kali diangkat sebagai guru pada 2006 dan ditempatkan di SDN 25 Silalang. Selama sekitar 12 tahun lebih mengabdi sebagai guru, ia kemudian dipercaya menjadi Kepala SDN 09 Lanai, setelah memenuhi persyaratan ditentukan. Dari SDN 09 Lanai, ia kemudian pernah bertugas sebagai guru di SDN 22 Batang Tuhur, selama sekitar dua tahun delapan bulan. Setelah itu, ia dipercaya memimpin SDN 13 Batang Kundur, kemudian dimutasi menjadi Kepala SDN 21 Kelabu.

Pengalaman panjang tersebut, menjadi modal penting bagi Sixboydani dalam menjalankan amanah sebagai kepala sekolah. Ketika kembali dipercaya memimpin SDN 22 Batang Tuhur, ia tidak memandang tugas tersebut sebagai sekadar rotasi jabatan, melainkan kesempatan untuk melanjutkan dan membenahi berbagai hal yang masih menjadi pekerjaan rumah sekolah.

Perjuangkan Legalitas Aset Sekolah
‎Salah satu persoalan strategis yang kini menjadi perhatian Sixboydani adalah status administrasi tanah sekolah. Menurutnya, kelengkapan dokumen pertanahan merupakan salah satu aspek penting, agar sekolah dapat memperoleh dukungan pembangunan secara optimal dari pemerintah. ‎Ia menjelaskan, pihak sekolah saat ini masih berupaya menyelesaikan persoalan dokumen tanah, yang selama ini berkaitan dengan surat wakaf. Menurutnya, untuk kepentingan pengembangan aset dan pembangunan sekolah, legalitas tanah perlu diperjelas melalui dokumen hibah dan proses administrasi sesuai ketentuan.

“Ini salah satu hal yang ingin kita tuntaskan. Kalau persoalan surat hibah ini bisa diselesaikan dan diserahkan kepada Dinas Pendidikan, nantinya dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme, termasuk pengurusan sertifikat melalui BPN,” jelasnya.

Sixboydani menilai persoalan tersebut sangat penting, karena status legalitas aset berkaitan langsung dengan peluang pengembangan sarana dan prasarana sekolah. Pengalaman mengurus legalitas lahan sekolah, sebelumnya menjadi bekal baginya. Ia mengaku pernah terlibat langsung dalam proses pengurusan lahan pendidikan, mulai dari tingkat kepemilikan lahan, ninik mamak, kejorongan, pemerintahan nagari, kecamatan, Dinas Pendidikan hingga BPN dan proses notarial.

“Walaupun nantinya sekolah ini mendapat bantuan DAK atau revitalisasi bukan pada periode saya, bagi saya tidak masalah. Ini merupakan aset masyarakat Batang Tuhur, bukan aset pribadi. Yang penting bagaimana aset pendidikan ini bisa diselamatkan dan dikembangkan untuk generasi berikutnya,” tegasnya.

Sikap tersebut memperlihatkan orientasi kepemimpinan yang tidak berorientasi pada kepentingan sesaat, melainkan memikirkan keberlanjutan sekolah sebagai aset pendidikan masyarakat.

Prestasi Akademik dan Olahraga
‎Di tengah berbagai tantangan tersebut, SDN 22 Batang Tuhur juga memiliki catatan prestasi patut diapresiasi. Sekolah yang kini memiliki 178 siswa, 13 guru, satu tenaga tata usaha dan seorang kepala sekolah itu, memiliki 10 ruang belajar serta satu ruang kantor kepala sekolah.

Prestasi siswa juga cukup membanggakan
‎Dalam rangkaian PHBN 2026, siswa SDN 22 Batang Tuhur berhasil meraih Juara I tingkat Kecamatan Dua Koto di bidang olahraga, bersaing dengan 29 SD negeri yang terdapat di kecamatan tersebut.
‎Tidak hanya unggul dalam bidang olahraga, kemampuan akademik siswa juga menunjukkan perkembangan positif. Dalam perlombaan cerdas cermat tingkat Nagari Cubadak Tengah, yang dilaksanakan di Kantor Wali Nagari Cubadak Tengah, siswa SDN 22 Batang Tuhur meraih Juara I.

Capaian tersebut membuktikan, bahwa keterbatasan geografis dan tantangan sarana, bukan alasan untuk berhenti berprestasi. Dengan kepemimpinan sekolah progresif, dukungan guru, partisipasi masyarakat dan kebijakan pendidikan yang tepat, potensi peserta didik dapat terus dikembangkan.

Sejalan dengan Semangat Pasaman Bangkit
‎Kehadiran Sixboydani sebagai kepala sekolah baru di SDN 22 Batang Tuhur, sekaligus memberikan warna baru dalam pengelolaan satuan pendidikan tersebut. Komitmennya menyelesaikan persoalan air bersih, membangun budaya gotong royong, memperjuangkan legalitas aset sekolah serta mendorong prestasi siswa, merupakan bagian dari upaya menghadirkan sekolah yang lebih maju dan berdaya saing.

Di sisi lain, kebijakan Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Muslim, SPd, MPd, yang terus mendorong gerakan kebersihan dan pembenahan sekolah melalui semangat Pasaman Bangkit, menjadi energi positif bagi kepala sekolah dan seluruh tenaga pendidik, untuk bergerak lebih aktif.

Sinergi antara kebijakan Dinas Pendidikan, kepemimpinan kepala sekolah, dedikasi guru, semangat siswa dan dukungan masyarakat, menjadi fondasi penting bagi kemajuan SDN 22 Batang Tuhur. Dengan pengalaman panjang Sixboydani di dunia pendidikan serta dukungan berbagai pihak, masyarakat tentu berharap SDN 22 Batang Tuhur, tidak hanya mampu mempertahankan prestasi telah diraih, tetapi juga berkembang menjadi salah satu sekolah semakin berkualitas dan membanggakan Kecamatan Dua Koto serta Kabupaten Pasaman. (Pewarta : H. Eddi Gultom).

IKLAN FLORIS - WhatsApp Image 2025 07 20 at 21.08.27
Iklan gpaym - IMG 20250727 WA0005

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts