
Yogyakarta, Rata News.id ; Gebyar Kriya Nusantara 2026, yang di selenggarakan di Kota “Gudeg” Yogyakarta, menampilkan beragam hasil karya kriya terbaik dari berbagai penjuru tanah air. Selain memicu pertumbuhan ekonomi berbasis UMKM, kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah nyata pelestarian warisan budaya serta dorongan bagi kemajuan industri kreatif nasional.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tebing Tinggi Ny. Hj. Susmira Wanti Iman Irdian Saragih, mengikuti kegiatan Gebyar Kriya Nusantara 2026 yang diselenggarakan pada tanggal 5-8 November 2026, di Plaza Malioboro, Yogyakarta.

Pameran berskala nasional ini, menjadi ajang strategis untuk mempromosikan ragam produk kerajinan unggulan daerah, sekaligus memperluas jangkauan pasar bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Kota Tebing Tinggi.
Di sela-sela kegiatan, Ketua Dekranasda Kota Tebing Tinggi, Ny. Hj. Susmira Wanti Iman Irdian Saragih, menegaskan bahwa keikutsertaan Tebing Tinggi dalam agenda ini merupakan momentum penting untuk menaikkan kelas produk kriya lokal agar makin dikenal luas di tingkat nasional.

“Melalui Gebyar Kriya Nusantara ini, kita berharap produk kerajinan daerah, khususnya hasil karya perajin Kota Tebing Tinggi, semakin dikenal luas dan memiliki daya saing. Ajang ini juga diharapkan menjadi motivasi bagi para perajin, untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produknya,” ujar Ny. Hj. Susmira Wanti.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam membina dan memajukan para perajin lokal, agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar modern.

“Pengembangan sektor kerajinan daerah tentu memerlukan dukungan serta kolaborasi erat dari berbagai pihak. Dengan demikian, UMKM kita dapat terus tumbuh berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah,” tambahnya.
Keikutsertaan Dekranasda Kota Tebing Tinggi pada Gebyar Kriya Nusantara 2026, diharapkan tidak hanya memperkuat eksistensi produk lokal, tetapi juga membuka ruang kerja sama bisnis, memperluas jaringan pasar, serta mengadopsi tren industri kreatif dari berbagai daerah di Indonesia. (Pewarta : H. Suhartoyo, QIA/rel).











