BREAKING

Diragazza Flore - IMG 20250817 WA0002 scaled
Nasional

29 Desa Di Kabupaten Deli Serdang Ikuti Lomba Desa Sehat, Untuk Meraih Penghargaan Nasional Tingkat “Wistara”

dr. Tetti Rossanti Keliat, MKM : Penilaian Lomba Desa Sehat Bukan Sekedar Kompetisi Seremonial Semata, Ini Adalah Stimulus Dan Wadah Evaluasi Terstruktur

29 Desa Di Kabupaten Deli Serdang Ikuti Lomba Desa Sehat, Untuk Meraih Penghargaan Nasional Tingkat "Wistara" - IMG 20261104 084939 scaled
Kadis Kesehatan Deli Serdang dr. Tetti Rossanti Keliat, MKM.

DELI SERDANG, RATA NEWS.ID ; Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang dr. Tetti Rossanti Keliat, MKM, mengatakan, amanat Presiden Prabowo Subianto nomor 12 tahun 2025 tentang rencana pembangunan jangka menengah nasional, penguatan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing serta akselerasi dan tranformasi pelayanan kesehatan dasar, merupakan pilar penting dalam menyongsong Indonesia Emas Tahun 2045.

Selain itu, sejalan dengan target Nasional dalam mewujudkan wilayah yang bersih, nyaman, aman, dan sehat secara holistik dan sesuai dengan Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Deli Serdang, yaitu mewujudkan Deli Serdang Sehat.

29 Desa Di Kabupaten Deli Serdang Ikuti Lomba Desa Sehat, Untuk Meraih Penghargaan Nasional Tingkat "Wistara" - IMG 20261104 WA0010
Dewan Juri/Staf Senior Dinkes Deli Serdang Bahtera Barus, SKM.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang dr. Tetti Rossanti Keliat, MKM, dalam pidatonya, yang dibacakan Staf Senior Dinkes Deli Serdang Bahtera Barus, SKM, pada acara pembukaan Lomba Desa Sehat (LDS) Deli Serdang, di Desa Griahan, Kecamatan Bangun Purba.

LDS se Kabupaten Deli Serdang berlangsung mulai 26 s/d 29 Oktober 2026, diikuti 16 kecamatan terdiri dari 29 desa. Sedangkan enam kecamatan lain tidak mengirim atau tidak mengikut-sertakan desa unggulannya, adalah Kecamatan Percut Sei Tuan, Kecamatan Batang Kuis, Kecamatan STM Hilir, Kecamatan Sibolangit, Birubiru dan Namorambe.

29 Desa Di Kabupaten Deli Serdang Ikuti Lomba Desa Sehat, Untuk Meraih Penghargaan Nasional Tingkat "Wistara" - IMG 20261104 085021 scaled
Camat Terbaik I Tingkat Provsu, yang juga Koordinator Dewan Juri A LDS Marianto Irawadi, S.Sos.

Lebih lanjut, Bahtera Barus yang juga merupakan salah satu dewan juri Lomba Desa Sehat, membacakan pidato dr. Tetti Rossanti, bahwa kita patut bersukur karena pada tahun 2025 Kabupaten Deli Serdang telah berhasil meraih penghargaan Swasti Saba Wiwerda dari kementerian kesehatan Republik Indonesia. Prestasi membanggakan itu adalah bukti nyata dan komitmen, kerja keras, serta sinergi lintas sektor yang telah dibangun bersama. Namun mempertahankan prestasi jauh lebih menantang daripada merebutnya.

Menurut dr. Tetti Rossanti Keliat, MKM, penilaian Kabupaten Sehat bersipat dinamis dan diukur dari kondisi riil ditingkat desa. Oleh karena itu, kita harus terus bergerak maju meningkatkan kualitas, menuju kualifikasi yang lebih tinggi pada penilaian selanjutnya, akan dilaksanakan pada tahun 2027, yaitu untuk meraih penghargaan tingkat “Wistara.”

29 Desa Di Kabupaten Deli Serdang Ikuti Lomba Desa Sehat, Untuk Meraih Penghargaan Nasional Tingkat "Wistara" - IMG 20261104 085046 scaled
Dosen/Koordinator Dewan Juri D LDS Dr. Ade Wahyuni Azhar, SPd, MPD.

Pada Bagian lain Kadinkes dr. Tetti Rossanti Keliat pada pidatonya mengatakan, Lomba Desa Sehat ditahun 2026 yang dilaksanakan oleh Forum Kabupaten Sehat Deli Serdang, bekerjasama dengan Dinkes dan Bappedaldalitbang, merupakan Inovasi Setrategis.

Penilaian Lomba Desa Sehat bukan sekedar kompetisi seremonial semata, ini adalah Stimulus dan wadah evaluasi terstruktur, untuk memperkuat Sembilan Tatanan Kabupaten Sehat, mulai dari kehidupan masyarakat Sehat Mandiri, kemudian Pemukiman dan Fasilitas Umum, Satuan Pendidikan, Pasar, Perkantoran dan Perindustrian, Parawisata, Tranfortasi serta Tertib Lalu Lintas, Perlindungan Sosial dan Penanggulangan Bencana. Program pembangunan yang dilakukan didesa/kelurahan, sejalan dan terintegrasi dengan kesembilan tatanan /bidang diatas, maupun dengan rencana dan Kebijakan pemerintah Kabupaten Deli Serdang.

29 Desa Di Kabupaten Deli Serdang Ikuti Lomba Desa Sehat, Untuk Meraih Penghargaan Nasional Tingkat "Wistara" - IMG 20261104 093836 scaled

Melalui momentum ini, katanya, kita ingin memastikan bahwa motivasi para kader tidak melemah, demikian pula terhadap partisipasi aktif masyarakat maupun pihak swasta, melalui program CSR hingga tetap terjaga, dan kolaborasi antara pemerintah Kabupaten Deli Serdang dengan pemerintah desa dapat terus berjalan secara konsisten di kecamatan yang ada di Kabupaten Deli Serdang.

Dan terhadap dewan juri, dr. Tetti Keliat mengucapkan selamat sekaligus mengingatkan, dalam melaksanakan tugas dilapangan, potretlah kondisi desa ini dengan objektif, agar hasil penilaian menjadi bahan evaluasi yang berharga bagi pembinaan kedepan.

Kepada pemerintahan Kecamatan, Desa, Puskesmas, kader dan seluruh elemen msyarakat, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas persiapan dan kerja keras yang telah ditunjukkan, dan jadikan penilaian ini sebagai penyemangat untuk terus membudidayakan hidup bersih dan sehat, dalam kehidupan sehari hari, tutup dr. Tetti Rossanti.

Hal senada dikatakan Koordinator Dewan Juri LDS Marianto Irawadi, S.Sos. Menurut birokrat senior ini, ada persamaan antara amanat Presiden tentang perwujudan kesehatan dengan Visi Misi Bupati Deli Serdang dr. H. Asri Ludin Tambunan.

Untuk memberhasilkannya, maka Forum Kabupaten/Kota Sehat (KKS) yang lahir atas kesepakatan Menteri Dalam Negeri bersama Menteri Kesehatan harus berperan aktif dan konsisten.

“Kalau sudah pernah dapat Padapa dan Wiwerda, kata Marianto Irawadi mantan Camat Tanjung Morawa yang pernah mendapat penghargaan sebagai Camat terbaik I tingkat Provinsi Sumatra Utara ini, berarti fondasinya sudah ada. Untuk naik kepenghargaan Wistara, caranya tidak lagi kita harus mendaftarkan baru, tapi cukup naik kelas lewat Verifikasi KKS 2 tahunan.

Alur resminya dari Kemenkes ialah syarat mutlak untuk mendapat Wistara, harus lolos semua, tidak boleh ada satupun yang kurang. Antara lain, kelembagaan aktif, ada SK Bupati tentang Tim Pembina KKS, ada SK Forum Kabupaten Sehat, ada Pokja di setiap tatanan dan desa, serta notulen rapat, ditambah rencana kerja.

Selain itu, 100% Desa/Kelurahan ODF, dan hal ini yang paling sering membuat gagal naik dari Wiwerda.
Penghargaan Wiwerda cukup nilai 90%, sedangkan Wistara wajib 100% dan sudah terverifikasi Dinkes.

Juga nilai indikator minimal 91% di Setiap Tatanan, kalau ada 1 saja tatanan nilainya 89%, langsung gagal Wistara.

Itupun harus minimal 5 Tatanan, namun untuk penilaian tahun 2027 disarankan 7 Tatanan. Sejalan dengan itu, Forum Kabupaten Sehat Deli Serdang bersama para kader maupun pihak instansi terkait, juga masyarakat penggiat desa menyadari begitu penting hidup sehat. Hal itu tercermin dari peninjauan lapangan, diketahui bahwa Inovasi-Inovasi yang dibuat didukung oleh peraturan desa (Perdes), hingga berbagai kegiatan yang menuju desa sehat, utamanya kebersihan, tertib, nyaman, aman dan sejahtera sudah terlihat, dan pada gilirannya dapat dipertanggung jawabkan.

Yang lebih menggembirakan lagi, lanjut Marianto, para penggiat kesehatan desa, memiliki konsistensi melaksanakan program Inovasi desa sehat.

Secara terpisah, Koordinator Dewan Juri Tim D Dr. Ade Wahyuni Azhar, SPd, MPd, mengapresiasi para peserta lomba desa sehat, karena mereka terlihat sunguh-sungguh baik ketika mempresentasikan/ekspos, tampilan Vidio Profil dan peninjauan lapangan. Berbagai tatanan cukup baik, demikian pula desa banyak menampilkan Inovasi yang berkaitan dengan Visi Deli Serdang Sehat, Cerdas, Sejahtera, Religius dan Berkelanjutan

Dewan Juri Tim IV mengunjungi 4 kecamatan 8 desa. Desa, selain mengembangkan lahan pertanian, kolam ikan, juga melakukan Inovasi pemberdayaan ekonomi masyarakat, melalui program penggemukan sapi dan domba.
Program peternakan yang dilaksanakan, secara berkesinambungan melalui kerja sama pemerintah desa dengan masyarakat, menjadi salah satu upaya mengoptimalkan potensi lokal untuk mendukung peningkatan kesejahteraan warga, sekaligus mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.

Dewan Juri D terdiri dari Dr. Ade Wahyuni Azhar, SPd, MAP, H. Alpian, SH, MH, Rumunita Tarigan Silangit, SH, Rosmaita Sinaga dari Dinas Kesehatan, serta Sugiarto Sitohang, ST, dari Bappeddalitbang Kabupaten Deli Serdang.

Kepala Desa Sei Semayang Abdul Razak, kepada Wartawan Rata News.id menyampaikan rasa bangga, atas kepercayaan yang diberikan kepada desanya untuk mewakili Kecamatan Sunggal dalam Lomba Desa Sehat tingkat Kabupaten Deli Serdang Tahun 2026. “Ini merupakan suatu kebanggaan bagi Desa Sei Semayang, karena dipercaya mewakili Kecamatan Sunggal dalam lomba yang baru pertama kali kami ikuti,” ungkapnya.

Menurutnya, keikutsertaan dalam lomba ini menjadi kesempatan bagi Desa Sei Semayang, untuk memperkenalkan berbagai potensi dan inovasi yang dikembangkan bersama masyarakat. Momentum tersebut juga menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan, memperkuat pelayanan kepada warga, serta mengembangkan program yang memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Salah satu Inovasi yang diperkenalkan Desa Sei Semayang adalah program penggemukan ternak, mencakup 38 ekor sapi dan 100 ekor domba. Program ini dijalankan melalui kerjasama dengan masyarakat, sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi berbasis potensi desa.

Inovasi tersebut memiliki keterkaitan erat dengan visi pembangunan Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan bersama Wakil Bupati Lom Lom Suwondo, SS, yakni Mewujudkan Deli Serdang Sehat, Cerdas, Sejahtera, Religius dan Berkelanjutan.

Dalam konteks visi tersebut, program peternakan Desa Sei Semayang, dapat menjadi salah satu langkah untuk mendukung terwujudnya Deli Serdang Sehat dan Sejahtera, terutama melalui pengembangan kegiatan ekonomi produktif yang melibatkan masyarakat, optimalisasi potensi lokal, dan pembukaan peluang peningkatan pendapatan warga.
Kerja sama antara pemerintah desa dan masyarakat, juga mencerminkan pentingnya partisipasi bersama dalam pembangunan.

Dengan pengelolaan yang terencana dan berkesinambungan, program peternakan diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang serta memperkuat kemandirian desa. Selain itu, pengembangan peternakan yang memperhatikan kesehatan ternak, kebersihan lingkungan, dan pengelolaan limbah secara tepat, dapat mendukung semangat Deli Serdang Sehat dan Berkelanjutan. Dengan demikian, aktivitas ekonomi desa tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga memperhatikan kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Lomba Desa Sehat Kabupaten Deli Serdang Tahun 2026, merupakan salah satu upaya memberikan apresiasi kepada desa yang berpartisipasi dalam pembangunan dan mendukung terwujudnya visi daerah. Pembangunan desa sehat, tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kesehatan, kebersihan lingkungan, dan perilaku hidup sehat, tetapi juga membutuhkan dukungan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang baik.

Masyarakat yang memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha produktif, diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan meningkatkan kualitas hidup.
Karena itu, Inovasi Desa Sei Semayang melalui program penggemukan sapi dan domba, menjadi contoh potensi kegiatan ekonomi lokal yang dapat disinergikan dengan upaya membangun desa sehat, mandiri, dan sejahtera.

Di sisi lain, semangat gotong royong dan keterlibatan masyarakat dalam menjalankan program menjadi modal sosial penting, untuk menjaga keberlanjutan pembangunan. Nilai kebersamaan tersebut sejalan dengan upaya mendorong masyarakat yang berdaya, bertanggung jawab, dan mampu mengembangkan potensi desanya.

Melalui Lomba Desa Sehat Tahun 2026, Desa Sei Semayang diharapkan semakin termotivasi untuk mengembangkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi wilayahnya. Sinergi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat, menjadi unsur penting dalam menerjemahkan visi pembangunan daerah ke dalam program nyata di tingkat desa.

Program penggemukan 38 ekor sapi dan 100 ekor domba, diharapkan dapat terus dikembangkan melalui pengelolaan yang baik, keterlibatan masyarakat, serta evaluasi terhadap manfaat ekonomi dan dampak lingkungannya.
Dengan demikian, pembangunan desa tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan atau keikutsertaan dalam perlombaan, tetapi berlanjut menjadi upaya nyata untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

Semangat tersebut sejalan dengan visi Bupati dan Wakil Bupati Deli Serdang, untuk mewujudkan daerah yang sehat, cerdas, sejahtera, religius, dan berkelanjutan, dengan desa sebagai salah satu fondasi utama pembangunan daerah. (Pewarta : H. Zulkifli Barus).

Iklan gpaym - IMG 20250727 WA0005
IKLAN FLORIS - WhatsApp Image 2025 07 20 at 21.08.27

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts