BREAKING

Diragazza Flore - IMG 20250817 WA0002 scaled
Tak Berkategori

‎‎Harga Elpiji 3 Kg Di Silang Empat Dua Koto Sumbar Melonjak Jelang Lebaran, Warga Resah ‎

‎‎

‎Pasaman, Sumbar, Rata News.id :
‎Harga Gas Elpiji 3 kilogram di Kampung Silang Empat, Nagari Cubadak Barat, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat, dilaporkan mengalami kenaikan signifikan menjelang bulan suci Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

‎Kenaikan harga ini memicu keresahan di tengah masyarakat, yang kebutuhan memasaknya meningkat selama periode tersebut.

‎Berdasarkan pantauan di lapangan, pada awal Ramadhan, Rabu (25/2/2026), salah seorang warga membeli gas elpiji di kedai pengecer milik Nisma dengan harga Rp. 25 ribu per tabung.

‎Saat itu, harga tersebut dinilai masih wajar karena pengecer mengaku mengambil dari agen pangkalan dengan harga Rp. 23 ribu. Itupun sudah terhitung mahal, bila dibandingkan didaerah lain, seperti Kampung Andilan dan Panti hanya Rp. 22 ribu.

‎Namun, tidak lama berselang, menjelang Hari Raya Idul Fitri, harga kembali mengalami lonjakan. Kedai pengecer terpaksa menjual hingga Rp. 28 ribu per tabung, karena katanya harga pengambilan dari pangkalan juga naik.

‎“Kami tidak mungkin menaikkan harga, kalau harga ambilan tidak dinaikkan oleh agen pangkalan. Saat ini kami ambil Rp. 25 ribu, jadi kami jual Rp. 28 ribu,” ujar Nisma ketus, saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (25/4/2026).

‎Ia juga menegaskan, bahwa kenaikan harga tersebut bukan inisiatif pengecer. Bahkan, ia mempersilakan wartawan untuk mengonfirmasi pengecer lain, seperti Mimi yang juga mengambil pasokan dari agen sama.

‎Selain persoalan harga, Nisma juga mengeluhkan pelayanan dari agen pangkalan, terkait tabung gas yang mengalami kebocoran. “Kalau ada tabung bocor dan kami minta ganti, sering tidak dilayani. Alasannya nanti saja,” katanya menirukan jawaban pihak agen.

‎‎Harga Elpiji 3 Kg Di Silang Empat Dua Koto Sumbar Melonjak Jelang Lebaran, Warga Resah ‎ - IMG 20260426 WA0005
Gas elpiji melon ukuran 3 kilogram, yang mendapat subsidi pemerintah, di Kampung Silang Empat, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat, harganya sering berfluktuasi, saat menjelang Lebaran Idul Fithri dan Idul Adha, hingga meresahkan masyarakat.

‎Sementara itu, Noni selaku agen pangkalan yang berdomisili di Andilan, Nagari Simpang Tonang Selatan, saat dikonfirmasi pada Rabu (22/4/2026), membantah tudingan tersebut.

‎Dengan singkat ia menyatakan, “Tidak betul itu, saya tidak ada menaikkan harga untuk kedai pengecer.” kata Noni

‎Meski demikian, berdasarkan catatan wartawan, kenaikan harga gas elpiji oleh agen pangkalan disebut kerap terjadi setiap menjelang hari besar keagamaan seperti Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Kondisi ini berdampak langsung pada harga di tingkat pengecer hingga ke konsumen.

‎Masyarakat pun mempertanyakan pengawasan terhadap distribusi gas elpiji 3 kg, yang merupakan barang subsidi pemerintah dan diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.

‎Mereka berharap, pihak terkait segera turun tangan untuk menertibkan harga serta mengevaluasi izin agen pangkalan yang diduga tidak mengikuti aturan berlaku.

‎Keresahan warga semakin meningkat, karena kebutuhan rumah tangga, khususnya untuk memasak, melonjak saat bulan puasa dan hari raya, sementara harga gas justru tidak stabil.

‎Pemerintah diminta segera mengambil langkah tegas, agar distribusi dan harga elpiji bersubsidi tetap sesuai ketentuan. (04/RN).

IKLAN FLORIS - WhatsApp Image 2025 07 20 at 21.08.27
Iklan gpaym - IMG 20250727 WA0005

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts