Galang, Deliserdang, Rata News.id :
Masyarakat Kecamatan Galang, khususnya warga Kelurahan Galang Kota, Kabupaten Deliserdang, menjerit dan meminta perhatian serius Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution, untuk segera memperbaiki jalan provinsi dikawasan itu, yang kondisinya kupak-kapik rusah parah.
Jeritan warga ini sudah berlangsung lebih dari tiga tahun, namun sampai dengan hari ini, Jum’at (8/5/2026), tidak ada tanggapan dari pihak berwenang, untuk melakukan perbaikan dan pengaspalan.

Akibat hancurnya jalan sangat vital tersebut, sudah banyak menimbulkan korban jiwa dan kerugian materiil masyarakat. Seperti terjadi, Jum’at (8/5/2026), sebuah Truk BK 8176 FO pengangkut batu koral dari Binjai menuju Dolok Masihul, tepatnya didepan Caffee Fajar Jalan Perintis Kemersekaan Galang Kota Deliserdang terguling, muatannya berserakan di jalan.
Supir Truck Muliadi berhasil menyelamatkan diri, sedang kernetnya 1 orang dilarikan ke RS. Menurut warga setempat H. Zulkifli Barus, sebelumnya seorang wanita mengendarai sepeda motor persis didepan SPBU, Jalan Perintis Kemerdekaan, terperosok kedalam lobang ditengah jalan hingga terhempas, wajah dan sekujur tubuh memar dan luka-luka.

Supir Muliadi dengan nada memelas mengharapkan, agar Gubsu Bobby Nasution, segera turun tangan memberikan perhatian atas keluhan warganya. “Pak Bobby, tolong betulilah jalan ini. Rakyatmu sangat menderita,” desis Muliadi dengan nada sendu, sembari mendesis memikirkan trucknya sebagai sarana mengais rezeki, sekarang rusak.
Ditambahkan Zulkifli Barus, penderitaan masyarakat akibat jalan rusak ini sudah sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain itu, kata Barus, kami yang berumah persis ditepi jalan ini, sangat tertekan batin.
Kalau musim hujan, jalan sepanjang Kota Galang sekitar 4 kilometer berubah bagai kubangan kerbau. Sedang jika musim kemarau, abu beterbangan hingga mengganggu pernafasan.

“Rumah kami sudah tak tau lagi warnanya, sudah diselimuti debu dan lumpur. Jika musim kemarau, sehari tiga kali menyiram jalan depan rumah, jika tidak bakal makan abu terus,” ucap Barus kesal.
Para pedagang pemilik toko juga mengeluhkan hal sama. “Kita berjualan harus bersih dan rapi. Tapi dengan kondisi debu yang beterbangan dan lumpur, membutuhkan perhatian ekstra, untuk mengatasinya,” ujar beberapa pedagang. (02.RN/sty).











