Tebingtinggi, Rata News.id :
Para pelanggan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Bulian Pemko Tebingtinggi, di Kelurahan Rantaulaban dan Mekar Sentosa mengeluh dan menjerit, karena kebutuhan pokok mereka tak terpenuhi.
Menurut beberapa pelanggan Air Minum PDAM Tirta Bulian, seperti Supangat dan Bu Sri, warga Kelurahan Rantaulaban, Senin (4/5/2026), sudah empat hari air tak mengalir. “Kami tak tau mau mengadu kemana, karena air PAM tak mengalir, terpaksa kami membeli air isi ulang,” sebut warga disana.
Keluhan warga ini sudah sering terjadi, air tak mengalir berulang terus, namun sepertinya pihak PDAM tidak mau peduli. “Kami mohon pada Pak Walikota, agar peduli terhadap kebutuhan pokok warganya,” ujar beberapa warga dengan nada kesal.

Warga di kedua Kelurahan tersebut sangat terpukul dengan kondisi ini, karena mereka harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli air isi ulang. “Terkadang anak kami tidak mandi ketika berangkat kesekolah. Hanya cuci muka,” ucap mereka.
Dikatakan warga disana, mereka sangat bergantung dengan air PAM Tirta Bulian. Hal tersebut disebabkan, mutu air bawah tanah di kedua kelurahan itu sangat jelek. Banyak warga yang membuat sumur bor, tapi airnya bau dan berkarat. “Iya, ketika kami coba buat sumur bor, airnya jelek, berkarat, padahal sudah dalam ngebornya,” jelas Suhardi, warga Rantaulaban.
*Kualitas Air dan Distribusi*
Walikota Tebingtinggi H. Iman Irdian Saragih, saat melantik Erwin Suheri Damanik sebagai Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Tirta Bulian, untuk masa jabatan 2026-2030, telah meng-instruksikan sebagai langkah utama, agar menjamin kuantitas dan kualitas air bersih.

Walikota sebelumnya telah mencopot direktur lama dan menunjuk Plt. Direktur (Sucipto) pada Mei 2025, menyusul hasil peninjauan yang menyoroti kelemahan pengawasan, masalah penagihan dan kualitas air. Langkah ini menyusul evaluasi kinerja, perbaikan manajemen, serta pergantian Direksi pada tahun 2025 lalu, akibat keluhan air keruh dan masalah distribusi.
Diharapkan, manajemen baru berfokus perbaikan kebocoran, penormalan tarif, dan perbaikan kualitas, khususnya dari instalasi pengolahan air (IPA) di Jalan Kapten F. Tandean dan Jalan Kutilang.
Plt. Direktur mengungkapkan air kotor sering disebabkan oleh pipa penyaluran yang kotor, sistem penyaringan pasir lambat dan partikel yang lolos saat air sungai banjir.

Upaya yang dilakukan Walikota Tebingtinggi H. Iman Irdian Saragih dengan merombak Direksi dan Dewas Perumda Tirta Bulian, sampai saat ini belum menunjukkan hasil maksimal. “Air tetap sering mati dan mutunya jelek, tak layak konsumsi,” ungkap warga disana.
Warga berharap, agar Walikota lebih tegas lagi terhadap manajemen Perumda Tirta Bulian. “Jika tidak bisa menciptakan kelancaran distribusi air kerumah pelanggan dan air yang keluar dari kran dijamin bersih, ya copot saja direksinya,” ucap warga, seraya mengatakan walau air sering mati, tapi tagihan tak berkurang.
“Kenapa susah kali warga Kota Tebingtinggi mendapatkan air bersih layak konsumsi dan distribusi nya lancar, padahal banyak orang pintar,” ungkap beberapa emak-emak dengan nada kesal, sembari menyebutkan bahwa PDAM Tirta Bulian belum lama ini ada membangun instalasi pengolahan air/reservoir (pipanisasi, bak penampungan air dari Sungai Padang dll), menelan biaya puluhan milyar rupiah. (02.RN/sty).








