BREAKING

Diragazza Flore - IMG 20250817 WA0002 scaled
PEMKO TEBINGTINGGI

Pemko Tebingtinggi Kewalahan Mengatasi Persoalan Sampah Dan Air Bersih

Tebingtinggi, Rata News.id :
Pemerintah Kota Tebingtinggi saat ini sepertinya kesulitan mengatasi persoalan sampah dan air bersih. Padahal, keduanya merupakan cermin keberadaban suatu kawasan perkotaan dan diperlukan penanganan profesional serta sesuai tata kelola yang benar. Apalagi keduanya bukan gratis, warga ikut menanggung bebannya.

Jika masalah sampah dan air bersih sudah terkelola dengan baik, penilaian warga masyarakat terhadap pemimpinnya juga cenderung positif dan menumbuhkan kepercayaan, sehingga kedepannya mengurangi sentimen negatif terhadap kepala daerah.

Saat ini, masyarakat Kota Tebingtinggi merasa apatis, terhadap adanya setiap pergantian kepala daerah. Padahal untuk menjadi seorang kepala daerah, membutuhkan biaya tinggi.

Rasa apatis masyarakat ini, tercermin dari obrolan sehari-hari, sering melontarkan kata “berganti walikota, persoalan sampah dan air bersih, tidak berubah kearah lebih baik”.

Sebagai contoh, kata mereka, masalah sampah. Sudah berkali-kali ganti walikota, tapi sampah tetap berserak dipemukiman warga serta pinggiran jalan. Alasan armada truck kurang dan banyak rusak serta keterbatasan tenaga, sering dilontarkan.

Pemko Tebingtinggi Kewalahan Mengatasi Persoalan Sampah Dan Air Bersih - IMG 20260423 WA0008
Sampah berserak di samping RSUD dr. Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi, berhari-hari tak diangkut.

Demikian juga dengan persoalan air bersih yang dikelola Perumda Tirta Bulian Tebingtinggi. Saat ini, kondisi air PAM sangat parah, berlumpur, keruh dan sangat jorok. Tidak layak untuk keperluan sehari-hari, apalagi dikonsumsi.

Kalau mau berkata jujur, penilaian terhadap kinerja Pimpinan Daerah bersama Dinas Lingkungan Hidup serta Perumda Air Bersih Tirta Bulian, mudah mengukurnya.

Indikator terhadap keberhasilan Dinas Lingkungan Hidup, yaitu apabila sampah dipastikan setiap hari terangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tidak lagi ada berserak atau bertumpuk dipemukiman dan pinggiran jalan.

Sedang indikator keberhasilan untuk Perumda Air Bersih Tirta Bulian, yaitu air yang keluar dari kran harus bersih dan jernih, sehingga layak menjadi bahan baku air minum.

Dalam perbincangan Wartawan Rata News.id dengan beberapa warga kota, Kamis (23/4/2026) menyimpulkan, butuh perhatian serius Walikota Tebingtinggi H. Iman Irdian Saragih, terhadap kedua persoalan tersebut, yang sudah sangat krusial.

Masalah kedua persoalan tersebut juga mengemuka, pada saat acara reses anggota DPRD Kota Tebingtinggi Indra Gunawan dari Partai Gerindra di Kelurahan Rantaulaban dan Marini dari Partai Golkar di Kelurahan Mekar Sentosa, baru-baru ini.

Pemko Tebingtinggi Kewalahan Mengatasi Persoalan Sampah Dan Air Bersih - IMG 20260423 WA0009
Sampah menggunung di Jln. Bakti LKMD Kelurahan Mekar Sentosa, jarang diangkut.

Warga yang hadir pada acara reses tersebut, menyampaikan keluhan tentang kualitas air bersih yang tidak layak konsumsi, berlumpur, keruh dan sering mati berhari-hari. Sedang tagihan rekening air terus jalan. “Sudah seminggu air mati di kawasan Kelurahan Rantaulaban dan Mekar Sentosa,” ucap warga disana, Kamis (23/4/2026).

Demikian juga dengan sampah, biasanya dua hari sekali diangkut truck atau becak bermesin, sekarang bisa sampai seminggu, hingga bau sampah rumah tangga menyengat dan berulat.

Sedang di kawasan perumahan, banyak yang tidak dimasuki truck sampah atau becak bermesin, terutama dijalan kecil atau gang sempit. Akibatnya, banyak warga yang sembarangan membuang sampah rumah tangga dipinggiran jalan lingkungan atau dihamparan tanah warga yang kosong.

Menanggapi keluhan warga yang sudah memuncak itu, para wakil rakyat meresponnya dengan memberi jawaban yang sangat normatif. “Betul bapak ibu sekalian, kami sudah banyak mendengar keluhan tersebut dan hal ini akan kami sampaikan ke sidang paripurna, agar didengar kepala daerah”.

Sekretaris Daerah (Sekda) Tebingtinggi yang juga Dewan Pengawas PDAM Tirta Bulian Erwin Suheri Damanik, saat memimpin rapat bersama jajaran staf dan karyawan PDAM, Senin (13/4/2026) pagi menyampaikan, agar meningkatkan pelayanan kepada pelanggan PDAM Tirta Bulian.

Dalam keterangannya Sekdako Erwin menjelaskan, rapat ini guna meningkatkan layanan kepada pelanggan, baik kualitas, kuantitas dan kontinuitas airnya.

Pemko Tebingtinggi Kewalahan Mengatasi Persoalan Sampah Dan Air Bersih - IMG 20260423 WA0010
Sampah rumah tangga di Jalan Bukit Kubu, Kelurahan Rantaulaban, kadang lebih seminggu baru diangkut, menimbulkan bau busuk dan berulat.

“Kita fokus pelayanan kepada pelanggan, baik kualitas dan kuantitas air,” ujar Erwin.

Selain itu, Erwin meminta PDAM Tirta Bulian agar meningkatkan inovasi untuk peningkatan kinerja dan juga upaya peningkatan profit dan fungsi sosial BUMD.

“Saya juga memotivasi karyawan untuk menjadikan perusahaan ini menjadi bagian dari pembangunan Kota Tebingtinggi, untuk tumbuh dan berkembang,” katanya.

Erwin berharap, kedepan PDAM Tirta Bulian dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan kualitas airnya semakin bagus.

Warga Kota Tebingtinggi Chaidir Chandra, ditanya terkait masalah sampah tidak terangkut mengatakan, Pemko Tebingtinggi sangat membutuhkan armada yang layak jalan dan kecukupan pekerjanya. “Diperlukan adanya pejabat pemko dan anggota dewan, yang bisa membantu walikota, untuk melobi pemerintah pusat, agar Tebingtinggi bisa mendapat bantuan truck angkut sampah modern dan jumlahnya sesuai kebutuhan,” sebut Chaidir.

Selain melobi pemerintah pusat, juga diperlukan lobi-lobi politik terhadap anggota parlemen yang berasal dari dapil Kota Tebingtinggi, sehingga ada penambahan anggaran setiap tahunnya.

Sedang untuk lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Walikota Tebingtinggi bisa bekerjasama dengan Bupati Serdangbedagai, dalam pengadaan lokasinya dikawasan Kecamatan Tebing Syahbandar. “Sekaligus juga, kedepannya dibangun tempat pengolahan sampah menjadi pupuk kompos,” ucap Chaidir.

Pemko Tebingtinggi Kewalahan Mengatasi Persoalan Sampah Dan Air Bersih - IMG 20260423 WA0011
Air PAM Tirta Bulian, seminggu mati di beberapa kawasan seperti Kelurahan Rantaulaban dan Mekar Sentosa.

“Kita tidak menggurui, namun sebagai warga kota, yang ingin melihat daerahnya lebih bermartabat, tak ada salahnya memberi saran dan masukan pada Walikota,” ucap Chaidir yang sangat mendukung, jika Walikota memiliki terobosan dan gagasan brilian untuk memajukan tanah kelahirannya.

Sedang dalam persoalan air bersih, menurut Chaidir Chandra, yang juga seorang jurnalis senior, perlu dikaji untuk mendapatkan sumber air bersih layak dikonsumsi, sehingga tidak tergantung dengan sumber air Sungai Padang, saat ini sudah sangat tercemar banyak limbah.

Dikatakan Chaidir Chandra, Perumda Tirta Bulian perlu memikirkan untuk mendapatkan sumber air bersih dari daerah Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdangbedagai, yang merupakan Kawasan Bukit Barisan. Sebagaimana PDAM Tirtanadi, yang mengambil air bersih dari sumber air di Kawasan Bandarbaru, Deliserdang.

Masalah biaya dan kajian teknisnya, bisa berkoordinasi dan minta pendampingan dari Kementerian terkait di pusat. Dibutuhkan kemampuan untuk lobi tingkat tinggi. “SDM yang dimiliki harus diberdayakan Walikota, jika ingin Kota Tebingtinggi maju berkembang dan tidak jalan ditempat,” ucap Chaidir Chandra, dengan nada prihatin, melihat kondisi kota kelahirannya.

“Daripada menghabiskan biaya banyak untuk menyedot Air Sungai Padang, lebih baik biayanya dibelikan Pipa Air diameter besar, mengambil air dari sumber mata air di pegunungan. Paling biayanya tak sampai Rp. 100 milyar,” ungkap Chaidir bersaran, seraya mengajak Walikota untuk mengkajinya lebih mendalam.

Pemko Tebingtinggi Kewalahan Mengatasi Persoalan Sampah Dan Air Bersih - IMG 20260423 WA0012
Pelanggan Air PDAM Tirta Bulian Kota Tebingtinggi di kawasan Kelurahan Rantaulaban dan Mekar Sentosa, setiap hari mendapat pasokan air jorok, berlumpur kecoklatan dan tidak layak dikonsumsi.

Apabila masalah air bersih sudah teratasi, maka Pemko Tebingtinggi bisa mengelola Daerah Aliran Sungai (DAS) Padang untuk kawasan wisata air. “Gebrakan ini harus dibuat Walikota, sehingga bisa terlihat perubahan besar di Kota Tebingtinggi, tidak gitu-gitu aja,” papar Chaidir.

Ditambahkan Chaidir, banyak hal yang bisa dibuat untuk memajukan Kota Tebingtinggi. Namun, masalah sampah dan air bersih serta drainase (saluran air) dan jalan lingkungan, harus sudah terkelola dengan baik.

Menurut Chaidir, dalam beberapa tahun terakhir, APBD Kota Tebingtinggi belum mampu menembus angka Triliun setahunnya. Saat ini masih berkutat diangka Rp. 700-800 milyaran. “Perlu diadakan rembug warga Kota Tebingtinggi, untuk membahas peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan sumber pemasukan lain dari kegiatan wisata, kuliner dan industri rumahan serta kerajinan. Semua ini harus dikelola serius,” jelas Chaidir.

“Mudah-mudahan, Kota Tebingtinggi kedepan lebih maju dan berkembang dibawah nakhoda Walikota H. Iman Irdian Saragih,” sebut Ketua PMS Juhairdin Sinaga, SH dan Ketua LPM Rantaulaban Maradhona Ritonga, SE. (02.RN/H. Suhartoyo).

Iklan gpaym - IMG 20250727 WA0005
IKLAN FLORIS - WhatsApp Image 2025 07 20 at 21.08.27

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts