Medan, Rata News.id :
Perwakilan Aksi Unjukrasa pensiunan karyawan Eks PTPN III dan IV Medan menuntut pembayaran uang beras, di Kantor Pusat PTPN IV Palmco Regional 2, Jalan Letjen Suprapto Medan, tanggal 6 April 2026 (Senin), kecewa berat, karena janji dipertemukan dengan Direksi tanggal 14 April 2026 (Selasa) ditunda, tanpa ada kepastian waktunya.
Seperti telah diberitakan sebelumnya, saat terjadi unjukrasa pensiunan karyawan pelaksana menuntut dibayarkan uang beras yang sudah 8 bulan distop, telah terjadi negosiasi antara perwakilan pengunjuk rasa dengan Region Head 2 Budi Susanto.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan pengunjukrasa Ketua DPP KP3N H. Zulkifli Barus, H. Suhartoyo, QIA, Ketua Aksi Syahrial Dalimunthe dan Ketua PPKPN4 Budiman Harahap, SH, minta ketegasan direksi kapan kepastian uang beras dibayarkan dan meminta agar RH2 Budi Susanto menghubungi Direksi PTPN IV Palmco di Jakarta.

Setelah menunggu komunikasi RH2 Budi Susanto dengan Direksi PTPN IV Palmco, dijanjikan Direksi bakal menerima perwakilan pengunjuk rasa, pada tanggal 14 April 2026 (Selasa) di Medan, guna membahas ketegasan waktu pembayaran uang beras.
Namun sebelum tanggal 14 April 2026, pejabat Humas PTPN IV Palmco Regional 2 Kunto Aji, Jum’at (10/4/2026) menghubungi Ketua Aksi Syahrial Dalimunthe, untuk bisa datang ke Kantor Pusat Regional 2, ada hal yang ingin disampaikan.
Dalam pertemuan dengan Pejabat Humas Kunto Aji di Kantor Regional 2 Medan, kata Ketua Aksi Syahrial Dalimunthe pada Wartawan Rata News.id, Senin Malam (13/4/2026), mereka menyampaikan bahwa pertemuan tanggal 14 April 2026 (Selasa) ditunda, karena Direksi PTPN IV Palmco mendapat undangan dari Kementerian Pertanian di Jakarta.

Ketua Aksi Unjukrasa Syahrial Dalimunthe juga menyampaikan kabar tersebut kepada para pensiunan lewat percakapan WhatsApp Grup pensiunan karyawan PTPN IV Palmco, agar semuanya mengetahui dan bisa mengatur rencana dan strategi lanjutan.
Dalam pesannya, Syahrial Dalimunthe menyatakan, kami sampaikan kepada kawan-kawan, bahwasanya tadi telah mengadakan pertemuan dengan pejabat Humas PTPN IV Regional 2. Intinya beliau menyampaikan permintaan maaf dari Managemen Regional 2. Karena pertemuan untuk tanggal 14 April, akan dijadwal ulang, karena Direktur Palm.Co ada undangan dari Deptan, Menteri Pertanian,” sebut Syahrial.
Demikian info pertemuan tadi, kata Syahrial, selanjutnya kami sampaikan kepada Humas untuk diteruskan keatasannya. “Kami minta uang beras yang 8 bulan belum dibayar, dituntaskan akhir April 2026, sedang rencana pembayaran sekaligus atau tebas, akhir bulan Mei 2026 sudah terealisasi,” tegas Syahrial Dalimunthe.

Menyikapi penundaan pertemuan Direksi dengan perwakilan pengunjukrasa, sebagaimana disampaikan Region Head 2 Budi Susanto, pada saat terjadi aksi dan telah dijanjikan tanggal 14 April 2026, membuat para pensiunan kecewa berat, karena merasa persoalan uang beras tidak serius diselesaikan.
Ini memancing kita untuk demo atau aksi lanjutan lebih besar lagi, agar penguasa PTPN IV Palmco mendengar jeritan pensiunan, sudah menderita dan kelaparan. “Zolim dan kejam Direktur Utama Palmco Jatmiko Krisna Santosa dan Direktur SDM Suhendri, yang selalu berjanji-janji, mereka tidak punya hati,” ucap Tumiran, dengan nada marah.
Direksi PTPN IV Palmco sudah gak benar, mereka telah berkali-kali membahas persoalan uang beras dengan organisasi pensiunan penerima BOP, baik di Medan, Jakarta dan Jogjakarta, tapi hampir setahun tak rampung dan selalu PHP. Nah sekarang kepada pensiunan pengunjukrasa pun, mereka coba menghindar. “Ini harus kita lawan dengan aksi lebih luas lagi,” ucap pensiunan lain, Surip Hartono dan beberapa rekannya dengan nada geram.

Ditambahkan Surip Hartono, sejak Bulan Mei 2025, ribut-ribut uang beras ini telah bergulir, setelah distop secara sepihak oleh Dirut PTPN IV Palmco Jatmiko Krisna Santosa, mulai Mei 2025, dengan alasan tak sesuai Klausal PSAK 24. Tenggang waktu saat itu, telah berkali-kali diadakan pertemuan dengan dua organisasi pensiunan penerima BOP. “Hasilnya ada pembayaran dua termin, yaitu Mei-Juni dan Juli-Agustus 2025. Namun sejak September 2025 hingga April 2026 (8 bulan) tak ada lagi pembayaran,” terang Surip.
Terakhir kata Surip Hartono, Direktur Holding dan Palmco pada pertemuan dengan dua organisasi pensiunan penerima BOP pada 9 Maret 2026 di Kota Wisata Gudeg Jogjakarta, menjanjikan akan menyelesaikan pembayaran uang beras akhir April 2026. “Jadi, aksi unjukrasa yang dilakukan pensiunan adalah untuk menegaskan, agar Direksi tidak ingkar janji. Namun kenyataannya, Direksi PTPN IV Palmco masih berkelit terus,” ucap Surip.
Sementara itu, Ketum DPP Komunitas Persaudaraan Pensiunan Perkebunan Nusantara (KP3N) H. Zulkifli Barus, sangat menyesalkan sikap Dirut PTPN IV Palmco Jatmiko Krisna Santosa dan Direktur SDM Suhendri, yang tidak menganggap serius, soal uang beras pensiunan.

Memang bagi mereka, kata Zulkifli Barus, uang beras hanya persoalan receh, tapi bagi puluhan ribu pensiunan karyawan pelaksana beserta batihnya (isteri), uang beras merupakan kebutuhan yang sangat krusial. “Kami berharap, Direksi PTPN IV Palmco, tidak menunda-nunda terus uang beras ini, karena menyangkut kebutuhan hidup puluhan ribu orang. Kalau terus seperti ini, harus dibuat perlawanan,” papar Barus penuh emosi.
Barus juga menyatakan, telah bersepakat dengan para pensiunan akan membuat demo besar-besaran, jika akhir April 2026, tidak ada niat baik Direksi PTPN IV Palmco untuk membayarkan uang beras. “Kami akan tumpah ruah di Kanpus PTPN IV Palmco Regional 2 Medan serta kebun unit, menggelar aksi unjukrasa kembali, hingga sampai persoalan ini ke Istana Negara dan Gedung DPR RI Senayan Jakarta dan Jatmiko serta Suhendri lengser sebagai Direksi PTPN IV Palmco,” ucap Barus serius.
Padahal, kata Barus, pada pertemuan dengan organisasi pensiunan penerima BOP, Suhendri berkali-kali menjanjikan akan menuntaskan persoalan beras. “Malah ada dinyatakan 14 tahapan proses nya, kenapa begitu lama, cuma sekedar mencari skemanya saja, tidak sebanding dengan cara menyetopnya, yang terjadi seketika,” ungkap H. Zulkifli Barus.

Ketua Persaudaraan Pensiunan Karyawan Perkebunan Nusantara 4 (PPKPN4) Budiman Harahap, SH, merasa sangat kecewa atas sikap Direksi PTPN IV Palmco, yang membatalkan rencana pertemuan dengan perwakilan pengunjukrasa, pada tanggal 14 April 2026, karena menghadiri undangan acara Menteri Pertanian Amran Suleiman di Padang. “Apa tidak adalagi Direksi lain, yang bisa bertemu dengan perwakilan pensiunan,” sebut Budiman.
Dikatakan Budiman, PPKPN4 secara manusiawi sungguh sangat kecewa terhadap janji disampaikan Region Head 2 Budi Susanto, sebagai perpanjangan tangan Direktur SDM Palmco Suhendri, bahwa akan diadakan pertemuan dengan perwakilan pengunjukrasa pada tanggal 14 April 2026.
Padahal, PPKPN 4 berharap, pertemuan dengan Direksi Palmco, akan mengakhiri polemik dan narasi-narasi liar yang bisa menimbulkan fittnah dan zolim, terhadap umat manusia, khususnya para pensiunan sudah lansia, dengan waktu cukup lama. “Direksi Palmco yang terhormat, mari kita duduk bersama menyelesaikan masalah kemanusiaan ini dengan baik,” cetus Budiman Harahap. (02.RN/sty).











