
PASAMAN, SUMATERA BARAT, RATA NEWS.ID ; Nama Yunzar Lubis bukanlah sosok asing dalam perjalanan jurnalistik di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Lahir sekitar 67 tahun lalu di Batang Kundur, Nagari Cubadak Barat, Kecamatan Dua Koto, yang pada masa lalu merupakan bagian dari Nagari Cubadak, Kecamatan Talamau, Yunzar tumbuh dari sebuah kawasan dahulu dikenal sebagai daerah pedalaman.
Namun, keterbatasan geografis tidak pernah menjadi penghalang bagi Yunzar Lubis untuk menempa kualitas diri. Dari lingkungan pedalaman, ia justru mampu menunjukkan, bahwa kualitas sumber daya manusia tidak ditentukan oleh tempat seseorang dilahirkan, melainkan oleh kemauan untuk belajar, bekerja keras, serta memegang teguh prinsip kehidupan.
Saat ini Yunzar Lubis tinggal di Lubuk Sikaping yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Pasaman. Puluhan tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, membuat Yunzar dikenal sebagai salah seorang wartawan senior di Pasaman. Integritas, keberanian menyuarakan kebenaran, serta idealisme dalam menjalankan profesi, menjadi karakter yang melekat pada dirinya.
Tonggak Baru Pers Pasaman
Gagasan untuk memperkuat persatuan wartawan di Kabupaten Pasaman mengemuka, dalam silaturahmi puluhan wartawan yang digelar di Dapur Mami pada Juli 2026 lalu. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut, kemudian menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan dunia pers Pasaman.
Para wartawan dari berbagai media sepakat membangun sebuah wadah bersama, diberi nama Pers Bersatu Pasaman (PBP). Dalam forum tersebut, Yunzar Lubis dipercaya secara aklamasi sebagai Ketua Umum PBP, untuk periode pertama.
Kepercayaan tersebut tentu bukan tanpa alasan. Rekam jejak dan pengalaman panjang Yunzar di dunia jurnalistik, dinilai menjadi modal penting untuk membawa organisasi tersebut menjadi wadah yang mampu memperjuangkan profesionalisme, harkat dan martabat wartawan, sekaligus memperkuat hubungan kemitraan antara insan pers dengan pemerintah serta berbagai elemen masyarakat.
Yunzar menegaskan, bahwa kepemimpinan di PBP tidak boleh sekadar menjadi simbol. Menurutnya, organisasi pers harus mampu memberikan manfaat nyata bagi anggotanya. Ia bahkan menaruh perhatian besar terhadap persoalan kesejahteraan wartawan, yang selama ini menjadi salah satu tantangan dalam menjalankan profesi jurnalistik.
Komitmen itu mulai ditunjukkannya. Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Yunzar bersama jajaran pengurus PBP memberikan sedikit uang puding, kepada para wartawan di Kabupaten Pasaman.
Bagi sebagian orang mungkin nilainya tidak seberapa. Namun bagi insan pers, perhatian tersebut memiliki makna tersendiri karena menunjukkan adanya kepedulian seorang pemimpin terhadap orang-orang yang menjadi bagian dari organisasi yang dipimpinnya.
Ketua Tidak Mengambil Bagian
Saat berbincang dengan wartawan RataNews.id di Batu Ampar, Jalan Panti–Dua Koto, Minggu (16/8/2026), Yunzar didampingi Sekjen PBP Anto Mando. Dalam suasana santai, wartawan RataNews.id berkelakar, bahwa seorang ketua organisasi semestinya mampu memperjuangkan kesejahteraan anggotanya.
Menanggapi candaan tersebut, Yunzar justru tertawa lepas. Ia mengatakan bahwa dirinya sebagai ketua tidak mendapatkan bagian dari uang yang diberikan tersebut. “Kalau ketua sama sekali tidak ada,” ujar Yunzar sambil tertawa. Pernyataan tersebut menggambarkan, bagaimana Yunzar ingin membangun kepemimpinan organisasi dengan semangat pengabdian.
Baginya, menjadi ketua bukanlah kesempatan untuk memperoleh keuntungan pribadi, melainkan amanah untuk memperjuangkan kepentingan bersama.
Membangun Kemitraan dengan Pemerintah
Dalam menjalankan roda organisasi, Yunzar bersama jajaran pengurus PBP juga telah melakukan audiensi dengan sejumlah pemangku kepentingan di Kabupaten Pasaman.
Di antaranya dengan Bupati Pasaman Welly Suhery, Kapolres Pasaman, serta Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman. Langkah tersebut menunjukkan, bahwa PBP ingin membangun pola komunikasi dan kemitraan yang sehat dengan pemerintah serta institusi penegak hukum.
Di bawah kepemimpinan Bupati Pasaman Welly Suhery, menurut Yunzar, ruang komunikasi antara pemerintah dan insan pers perlu terus diperkuat. Pers memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah, dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat sekaligus menjadi bagian dari kontrol sosial.
Karena itu, sinergi antara Pemkab Pasaman dan insan pers dinilai sangat penting, untuk mengawal berbagai program pembangunan agar dapat diketahui masyarakat secara objektif dan konstruktif.
Begitu pula dengan Kapolres Pasaman yang diharapkan terus membuka ruang komunikasi dengan wartawan. Menurut Yunzar, hubungan yang harmonis antara kepolisian dan pers, akan menciptakan iklim informasi sehat, sekaligus membantu masyarakat memperoleh informasi akurat dan berimbang.
Perhatian terhadap Persoalan Tambang
Salah satu persoalan menjadi perhatian PBP, adalah aktivitas pertambangan emas yang selama ini menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Yunzar berpandangan, persoalan tersebut harus dilihat secara komprehensif.
Dari sisi hukum, aktivitas pertambangan ilegal tentu harus ditertibkan. Namun di sisi lain, pemerintah dan aparat juga perlu memperhatikan kondisi masyarakat, yang selama ini menggantungkan kehidupan ekonominya dari aktivitas tersebut.
“Kalau menurut prosedural, tambang emas ilegal memang tidak boleh beroperasi dan harus dihentikan. Namun kita juga perlu mengkaji ulang, karena banyak masyarakat yang menggantungkan hidup sehari-hari dari tambang tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan hukum dan pendekatan sosial-ekonomi perlu berjalan secara seimbang, sehingga kebijakan yang diambil tidak hanya menyelesaikan persoalan dari sisi penegakan aturan, tetapi juga memberikan solusi bagi masyarakat.
Wartawan Harus Profesional
Selain persoalan tambang, PBP juga berencana mendorong terwujudnya kerja sama pemberitaan, antara media dengan lembaga pendidikan di Kabupaten Pasaman.
Yunzar menilai, keberadaan ratusan sekolah, baik SD maupun SMP, merupakan potensi besar untuk membangun kerja sama publikasi yang sehat dan profesional, antara media dengan dunia pendidikan.
Namun ia mengingatkan, agar kerja sama tersebut tidak menjadi alasan bagi wartawan untuk mengabaikan prinsip-prinsip jurnalistik. “Kalau wartawan sudah ada ikatan kerja sama tentang pemberitaan, ya harus berbuat yang baik kepada Pemkab Pasaman,” katanya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan, bahwa peningkatan kesejahteraan wartawan harus berjalan beriringan dengan peningkatan profesionalisme.
Mantan Ketua KPU Pasaman
Yunzar Lubis sendiri bukan hanya memiliki pengalaman panjang di bidang jurnalistik. Ia juga pernah dipercaya memimpin Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasaman periode 2008–2013.
Pengalaman tersebut menjadi modal berharga dalam menjalankan organisasi PBP. Ia memahami pentingnya membangun komunikasi, menjaga kepercayaan, mengelola perbedaan serta mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
Kini, melalui Pers Bersatu Pasaman, Yunzar kembali mendapat kepercayaan untuk mengabdikan pengalaman dan pemikirannya, bagi kemajuan insan pers di daerah. Di bawah kepemimpinannya, PBP diharapkan mampu menjadi rumah bersama bagi wartawan Pasaman.
Bukan hanya untuk memperjuangkan kesejahteraan, tetapi juga meningkatkan kompetensi, menjaga marwah profesi, serta membangun kemitraan yang konstruktif dengan Pemerintah Kabupaten Pasaman di bawah kepemimpinan Bupati Welly Suhery, H.Parulian Dalimunthe dan jajaran Forkopimda.
Dengan pengalaman panjang, idealisme, serta keberaniannya memperjuangkan kepentingan wartawan, Yunzar Lubis kini menghadapi tantangan baru, menjadikan Pers Bersatu Pasaman sebagai organisasi yang disegani, profesional, dan benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya.
Bagi Yunzar, pers bukan sekadar pekerjaan. Pers adalah pengabdian, ruang untuk menyuarakan kebenaran, sekaligus jembatan yang menghubungkan pemerintah dengan masyarakat. (Pewarta : H. Eddi Gultom).












