Gorontalo, Rata News.id :
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo, melalui Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan BKKBN, kembali mewujudkan program rumah sehat atau disebut dalam bahasa daerah ‘Bele Mo’osehati’.
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie di Gorontalo, Selasa (27/1/2026) mengatakan, program tersebut kembali hadir di Desa Talulobotu Selatan, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango.
Program yang digagas secara kolaboratif oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI), BKKBN dan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo tersebut, secara resmi diluncurkan oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie.
Idah mengatakan, Bele Mo’osehati merupakan program yang telah dirintis sejak dua tahun lalu.
Peluncuran kali ini dirangkaikan dengan peringatan Hari Gizi Nasional, sekaligus menjadi bagian dari penguatan upaya percepatan penanganan permasalahan gizi, di tingkat desa melalui kolaborasi lintas sektor.

Menurutnya, Bele Mo’osehati memiliki makna yang sangat mendalam. Bele tidak hanya dimaknai sebagai rumah dalam arti fisik, tetapi juga sebagai ruang kepedulian, ruang edukasi dan ruang pendampingan bagi keluarga.
Sementara Mo’osehati, mencerminkan ikhtiar bersama untuk mewujudkan keluarga yang sehat, kuat dan berdaya. Menurut Wakil Gubernur, pelaksanaan program secara bersama-sama, akan memberikan dampak yang jauh lebih optimal dibandingkan jika dilakukan secara parsial.
Hal tersebut diperkuat dengan dukungan penuh dari Kepala Desa dan Ketua PKK Desa Talulobotu Selatan, yang menunjukkan komitmen kuat pemerintah desa dalam mendukung program tersebut. “Dengan dukungan ini, Bele Mo’osehati diharapkan dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lainnya,” kata Idah.
Ia menegaskan, program Bele Mo’osehati diharapkan dapat diterapkan di seluruh 724 desa di Provinsi Gorontalo. Tujuannya adalah agar setiap desa memiliki mekanisme penanganan cepat dan tepat, apabila ditemukan anak dengan gizi buruk maupun stunting.

Melalui kehadiran Bele Mo’osehati, anak-anak yang memerlukan intervensi kesehatan, dapat segera mendapatkan penanganan yang sesuai.
“Keunggulan program ini, terletak pada keterlibatan orang tua asuh, yang berasal dari kalangan dokter anggota IDI, sehingga proses pendampingan dan intervensi dilakukan benar-benar berbasis keahlian dan profesionalism. Dengan demikian, penanganan stunting dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan,” katanya pula.
Idah juga menekankan, bahwa Pemerintah Provinsi Gorontalo tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani persoalan gizi dan stunting. Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga pemerintah desa.
Peresmian Bele Mo’osehati turut dihadiri, Ketua Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Gorontalo Dr. dr. Muhammad Isman Jusuf, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi bersama jajaran, Kepala perwakilan BKKBN bersama jajaran, perwakilan dokter serta seluruh keluarga penerima manfaat. (antg/02.RN/sty).











