
Pasaman, Sumatera Barat, Rata News.id ; Memasuki hari ketiga, Minggu (20/9/2026), upaya pencarian terhadap Amrianton (53), warga yang dilaporkan hanyut terbawa arus banjir bandang, di kawasan Kampung Parit, Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, masih terus dilakukan.
Hingga pagi hari, korban yang hanyut sejak Jumat (18/9/2026) tersebut, belum berhasil ditemukan. Tim gabungan terus menyisir sejumlah titik, yang diperkirakan menjadi jalur terbawanya korban oleh derasnya arus banjir.

Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap Amrianton (53), warga Kampung Parit, Jorong Tonang Raya, Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, yang terseret arus banjir bandang pada Jumat, 18 September 2026.
Kapolres Pasaman AKBP Adiwara Permana Anggawisastra, SIK, melalui Kapolsek Dua Koto Ipda Rido M. Simamora, SH, MH, ketika dikonfirmasi Wartawan Media RATA NEWS.ID Minggu pagi (20/9/2026), membenarkan bahwa pencarian terhadap korban masih berlanjut. “Masih belum ditemukan, Pak,” ujar Ipda Rido.
Kapolsek Dua Koto menegaskan, bahwa pencarian tidak dihentikan. Sejak Minggu pagi, personel bersama tim terkait kembali melakukan persiapan untuk bergerak menuju lokasi pencarian.
“Pagi ini kegiatan pencarian masih terus dilakukan. Akan ada tambahan backup personel dari Polres sekitar 15 personel, yang turun ke lokasi hari ini. Kami sedang persiapan menuju ke lokasi, Pak,” jelasnya.

Langkah penambahan kekuatan personel tersebut, menunjukkan keseriusan jajaran Polres Pasaman dalam mendukung operasi pencarian, terlebih kondisi medan dan karakteristik aliran sungai pascabanjir, membutuhkan tenaga serta koordinasi lebih kuat.
Di tengah situasi penuh tantangan tersebut, Kapolres Pasaman AKBP Adiwara Permana Anggawisastra bersama Kapolsek Dua Koto Ipda Rido M. Simamora, dinilai menunjukkan kepedulian dan respons cepat terhadap musibah dialami masyarakat.
Kehadiran aparat kepolisian dalam operasi pencarian, bukan semata-mata menjalankan tugas keamanan, tetapi juga menjadi bentuk nyata tanggung jawab kemanusiaan negara, ketika masyarakat menghadapi bencana.
Upaya pencarian akan terus dilakukan, dengan mengerahkan personel dan menyisir lokasi-lokasi dianggap memungkinkan menjadi tempat korban terbawa arus.
Tim SAR gabungan terdiri Basarnas, BPBD, TNI/Polri dan warga, membagi personel menjadi beberapa regu, untuk menyisir aliran serta tepian sungai.
Tim juga memanfaatkan teknologi drone termal untuk pemantauan udara. Pengerukan tumpukan sedimen lumpur dan material sisa banjir setinggi hingga tiga meter, menggunakan alat berat milik warga setempat.
Keluarga korban dan masyarakat setempat hingga kini, masih menaruh harapan besar agar Amrianton segera ditemukan dalam keadaan selamat. (H. Eddi Gultom).











