Jakarta, Rata News.id :
Setelah puluhan hari warga di Aceh Tamiang mengalami kesulitan hal-hal mendasar, kini penderitaan masyarakat disana mulai berangsur bangkit. Air bersih sudah tersedia dan akses komunikasi juga berangsur pulih, terutama bagi warga terdampak banjir.
Pemulihan tersebut berkat kesigapan Menkomendigi Meutya Hafid bergerak cepat. Sebelumnya, warga sempat kesulitan memenuhi kebutuhan harian, akan tetapi kini bisa kembali minum, memasak, beribadah serta menghubungi keluarga.

Kata Meutya kepada Rata News.id, baru baru ini, sebanyak 118 tangki air bersih berkapasitas 8.000 liter/tangki, dikirim secara bertahap ke wilayah sumber airnya tercemar banjir. Di saat yang sama, jaringan telekomunikasi telah kembali aktif, sehingga warga dapat mengakses informasi dan mengurus kebutuhan.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid juga menegaskan, pemulihan difokuskan pada hal paling mendasar. Selain air bersih, bantuan juga mencakup obat-obatan, pakaian, perlengkapan ibadah, tenda dengan fasilitas MCK, alat berat serta penyediaan sumur bor, untuk mempercepat pemulihan lingkungan permukiman.
Saat ini, lanjut mantan Wartwan perang ini, pemulihan jaringan di wilayah terdampak, telah melampaui 95 persen. Di beberapa titik yang masih bergantung pada pasokan listrik, konektivitas berada di kisaran 60 hingga 80 persen dan terus dipantau agar segera pulih sepenuhnya.

Untuk mempercepat pemulihan, Kemkomdigi yang dipimpin Meutya, membangun kolaboradi bersama Telkom, Telkomsel, IOH, XLSmart dan APJII, menjadi bagian dari upaya memastikan warga tetap terhubung, mendapat informasi dan bisa kembali menata kehidupan pascabanjir. (01.RN/zb).











