
PASAMAN, RATA NEWS.ID ; Bupati Pasaman, Sumatera Barat, Welly Suhery, terus menunjukkan komitmennya dalam membangun birokrasi yang profesional, adaptif dan berdaya saing melalui penerapan sistem manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN).
Menurutnya, reformasi birokrasi tidak cukup hanya berorientasi pada administrasi pemerintahan, tetapi harus mampu melahirkan sumber daya manusia yang memiliki kapasitas untuk berkiprah hingga tingkat nasional.
”Melalui pola ini, ASN tidak lagi terbatas pada tugas administratif di instansi asalnya. Mereka memperoleh ruang lebih luas untuk mengembangkan kompetensi dan berkarier lintas instansi, bahkan hingga ke kementerian.
Mutasi bukan sekadar perpindahan tempat tugas, melainkan instrumen strategis dalam memperkuat kapasitas aparatur negara,” tegas Bupati Welly Suhery.
Ia meyakini, pengalaman bekerja di berbagai lembaga akan memperkaya perspektif ASN, mendorong lahirnya inovasi, memperkuat budaya kerja profesional serta berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik semakin efektif, modern dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Komitmen tersebut tercermin dari keberhasilan Haryadi, ASN asal Kabupaten Pasaman, berhasil menembus seleksi nasional dan memperoleh kesempatan berkarier di tingkat yang lebih tinggi.
Capaian itu menjadi bukti, bahwa kebijakan pembinaan ASN diterapkan Pemerintah Kabupaten Pasaman, mampu melahirkan aparatur kompetitif dan siap bersaing di level nasional. Haryadi dikenal sebagai sosok yang mengawali perjalanan kariernya, dari jenjang paling dasar.
Ia pernah mengabdi di BP2KP, Badan Kepegawaian Daerah, menjabat Kepala Subbagian Umum di tingkat kecamatan, Kepala Tata Usaha Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), memimpin Balai Latihan Kerja Kabupaten Pasaman, hingga terakhir mengemban amanah sebagai Kepala Seksi Pengembangan SDM dan Penguatan Kelembagaan Statistik Sektoral, pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pasaman.
Rekam jejak pengabdiannya mencerminkan nilai-nilai integritas, kedisiplinan, profesionalisme serta semangat belajar konsisten. Berbekal pengalaman panjang dan kompetensi terus diasah, Haryadi mampu melewati proses seleksi nasional yang berlangsung sangat kompetitif.
Di luar tugas kedinasan, Haryadi juga dikenal sebagai pribadi kreatif dan inovatif. Salah satu karya menjadi kebanggaan Kabupaten Pasaman, adalah motif batik khas “Sisiak Ikan” yang telah memperoleh perlindungan Hak Kekayaan Intelektual dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

Latar belakangnya sebagai mantan jurnalis, turut membentuk kemampuannya dalam berpikir kritis dan menyampaikan gagasan secara sistematis. Berbagai karya tulis dan pemikirannya, telah meraih apresiasi di tingkat daerah maupun nasional.
Ia juga aktif menyusun berbagai materi informasi publik, sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Prestasi akademiknya pun tidak kalah membanggakan.
Haryadi tercatat sebagai salah satu lulusan terbaik Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara. Selain itu, ia pernah mengikuti program pengembangan kompetensi di Amerika Serikat, pengalaman yang semakin memperkaya wawasan global serta memperkuat kapasitasnya sebagai birokrat muda profesional.
Keberhasilan Haryadi menjadi representasi nyata dari arah kebijakan Bupati Welly Suhery, dalam membangun birokrasi berbasis kompetensi dan meritokrasi. Di bawah kepemimpinannya, Pemerintah Kabupaten Pasaman terus mendorong lahirnya ASN tidak hanya unggul dalam tata kelola pemerintahan, tetapi juga mampu menjadi inspirasi dan membawa nama baik daerah di tingkat nasional.
“Mudah-mudahan Haryadi mampu mengemban amanah dan membanggakan bagi masyarakat Kabupaten Pasaman, melahirkan prestasi lebih tinggi lagi,” ungkap beberapa ASN di Pasaman. (Pewarta : H. Eddi Gultom).











