Tebingtebing, Rata News.id :
Lapor pak wali ! Ucapan warga Jalan Bukit Kubu, Lingkungan I Kelurahan Rantaulaban, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi, karena mengeluhkan kondisi Lampu Penerangan Jalan (LPJ), sudah lama padam, tapi tak pernah bola lampunya diganti, walau sudah dilaporkan.
Sedikitnya, ada 10 bohlam Lampu Penerangan Jalan yang putus dan telah berlangsung lama, juga sudah dilaporkan kepada dinas terkait, namun sampai hari ini, Sabtu (21/2/2026), belum diperbaiki.

Akibatnya, kawasan jalan itu jika malam hari gelap gulita, sebab disepanjang jalan terdapat Kantor Lurah, Sekolah SD, SMP dan Gedung milik Dinas Ketapang.
Bersyukur, masih ada seorang tokoh masyarakat peduli dan berinisiatif memasang lampu jalan di dua titik, ditiang PLN depan rumahnya dan pinggir jalan depan rumah warga lainnya, sehingga bisa sedikit menerangi kawasan itu, ditambah penerangan lampu berasal dari teras perumahan penduduk.
Selain penerangan lampu jalan yang lama putus bohlamnya, beberapa lampu di halaman Kantor Lurah Rantaulaban, juga sudah lama padam.

Warga di kawasan Jalan Bukit Kubu mengharapkan, agar masalah LPJ Jalan Bukit Kubu, segera mendapat perhatian dari Walikota Tebingtinggi H. Iman Irdian Saragih. Apalagi saat ini Bulan Suci Ramadhan, malam hari warga ramai bepergian ke Masjid.
Menurut masyarakat setempat, persoalan LPJ tersebut sudah dilaporkan ke Kepala Lingkungan, Lurah, Anggota DPRD dan dinas terkait. “Tapi sampai hari ini jong, tak yang peduli,” ucap seorang warga.

*Pohon Pelindung*
Selain mengeluhkan padamnya lampu penerangan jalan di sepanjang Jalan Bukit Kubu, Kelurahan Rantaulaban, Kecamatan Rambutan, warga juga mengharapkan perhatian Walikota, terkait adanya Pohon Mahoni dan beberapa pohon pelindung lainnya, yang sudah tumbuh tinggi.
Juga terdapat beberapa pohon pelindung di halaman SMP Negeri 8 yang sudah menjulang tinggi, tanpa pernah ada upaya dari Kepala Sekolah untuk minta bantuan Dinas terkait memotongnya.

Masyarakat mengkhawatirkan keberadaan pohon pelindung yang menjulang tinggi. Karena jika sudah ada hujan angin, pohon tersebut beserta dahannya mengayun kuat. “Jangan bila sudah jatuh korban, pihak sekolah dan Pemko Tebingtinggi baru bergerak. Pedulilah dengan keadaan disekitar kita,” celetuk beberapa warga disana. (02.RN/sty).











