Galang Suka, Deliserdang, Rata News.id :
Kolam Bio Dlok milik kelompok Ikan Agas yang diketuai oleh Aprianto, Amd, terletak di Dusun 4 Desa Galang Suka, mengalami pengrusakan dan pencurian dilakukan sekelompok orang.
Dari kejadian tersebut, Kelompok Peternak Ikan Agas mengalami kerugian akibat pencurian ikan Gurame sebanyak 7500 ekor dan 11 pasang indukan ikan Gurame.

Harga anakan ikan Gurame (bibit) sangat bervariasi, tergantung pada jenis , ukuran tubuh (biasa di ukur dengan istilah seperti “silet”, “korek kayu”, atau jumlah “jari”) serta jumlah pembelian. Secara umum, harga per ekor berkisar antara Rp 2.500 hingga Rp 25.000.
Jika dihitung harga ikan berdasarkan ukuran korek kayu, yang harganya berkisar Rp. 5000 per-ekor, berarti kerugian dialami kelompok Ikan Agas, ebesar Rp 37.500.000.
Ketua kelompok Ikan Agas yang membudidayakan ikan Gurame tersebut, Aprianto mengatakan, Kolam Bio Dlok terdiri peralatan dan bibit ikan, merupakan bantuan dari Desa melalui program Ketapang Tahun 2024 dan bantuan peralatan dan bibit ikan Gurame dari Dinas Perikanan Tahun 2025.

Ketua Kelompok Agas Aprianto kepada Wartawan Rata News.Id Sukisno menyebutkan, selain dicuri, Kolam Bio Dlok juga dirusak dengan cara di bocorkan menggunakan senjata tajam, sehingga air yang berada di dalam kolam habis. “Cara tersebut untuk mempermudah menangkap Ikan Gurame”, ucap Aprianto.
Aprianto selalu Ketua Kelompok Ikan Agas, juga merupakan ketua LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) Desa Galang Suka, sangat kecewa atas kejadian dialaminya.
Aprianto yang merupakan pengusaha itu, kerap mengalami pencurian. Sebelumnya, aksi pencurian dirumah, pada bulan Oktober 2025, hingga kehilangan 2 unit Sepeda motor, HP, mesin air dan pipa. “Barang siapa bisa menangkap pencurinya, akan saya beri imbalan uang Rp. 5.000.000,” ucap Aprianto. (Pewarta Sukisno dan Rahmansyan).











