Tebingtinggi, Rata News.id :
Kesabaran dan ketekunan, mengiringi langkah tujuh anak dan kemanakan serta menantu dari Ustad Drs. H. Nizar Rangkuti, untuk mendapatkan kepastian sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), walau masih pegawai PPPK paruh waktu.
Drs. H. Nizar Rangkuti (70), Tokoh Masyarakat Kota Tebingtinggi, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tebingtinggi, sangat senang hati atas pengakuan dari negara, walau masih paruh waktu. Pelantikannya, bersamaan dengan 1070 orang peserta PPPK paruh waktu, oleh Walikota Tebingtinggi H. Iman Irdian Saragih, Jum’at (19/12/2023).

“Semua itu butuh proses dan juga terkait terjadinya kebijakan dari pemerintah pusat, sehingga penerimaan tenaga honor menjadi ASN, sangat dipengaruhi pada situasi politik dan keuangan negara,” sebut Ustad Rangkuti, di Rumahnya Jalan Bukit Tempurung, Lingkungan 2, Kelurahan Rantaulaban, Kota Tebingtinggi.
Menurut Ustad Rangkuti, ketujuh anak-kemanakan dan menantunya itu, sudah lama mengabdi sebagai tenaga honorer di lingkup Pemko Tebingtinggi. Yang paling lama mencapai 18 tahun masa dinas. “Alhamdulillah, mereka sudah mendapatkan NIP. Mudah-mudahan tak butuh waktu lama, mereka bisa segera diangkat sebagai ASN definitif,” harap Pak Rangkuti optimis, saat mendampingi mereka pada acara pelantikan.

Ustad Drs. H. Nizar Rangkuti, juga mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh keluarga yang telah di lantik menjadi ASN PPPK Paruh Waktu dan selalu tetap bersyukur atas segala nikmat diberikan Allah.
“Bekerjalah sungguh-sungguh, dengan penuh rasa tanggung jawab, amanah, jujur dan disiplin, InsyaAllah akan sukses seperti Bapak, seorang yang lahir di kampung dikaki gunung Bukit Barisan, sekolah di pesantren, kuliah jurusan Bahasa Arab, tetapi bisa berhasil menduduki Jabatan Eselon 2, sebagai Sekretaris DPRD Kota Tebingtinggi selama 16 Tahun. Itu semua anugrah dan nikmat yg diberikan Allah kepada saya, dan saya juga bersyukur Kepada Allah, seluruh Keluarga dan orang yang saya bantu bekerja sebagai honorer, masih saya saksikan dilantik menjadi ASN,” ucap Bapak Drs. H. Nizar Rangkuti

Anak-kamanakan dan menantu Ustad Drs . H. Nizar Rangkuti, yang dilantik adalah :
1. Maradhona Ritonga, Penata Layanan Operasional di RSKP Kota Tebingtinggi
2. Nanda Elvi Maisyarah, Bidan Terampil di RSKP Kota Tebingtinggi
3. Rahmat Murtaza Rangkuti, Penata Layanan Operasional di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
4. Rahma Asrina Siregar, Bidan Terampil Di RSKP Kota Tebingtinggi
5. Ary Rezeki Pratama, Operator Layanan Operasional di Dinas Perindakop
6. Nita Syafitri, Bidan Terampil di RSKP Kota Tebingtinggi
7. Elvira Rozanna, Penata Layanan Operasional di Sekretariat DPRD Kota Tebingtinggi

*Kisah tenaga honorer menjadi PPPK Paruh Waktu*
Perjuangan hidup tenaga honorer Pemko Tebingtinggi, memang membutuhkan kesabaran. Berapa tidak, ketika banyak rekan-rekan seangkatannya saat ini sudah berhasil menjadi Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN), disisi lain tenaga honorer yang belum beruntung, selalu menanti kepastian kapan diangkat menjadi pegawai definitif.
Hal ini dirasakan salah seorang tenaga honorer di RSUD dr. Kumpulan Pane Tebingtinggi. Maradhona Ritonga menceritakan kisah nya, pada bulan September Tahun 2007, dia di angkat sebagai pegawai honorer di RSUD Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi, saat di pimpin dr. Nazrin Bey Sitompul, SpPd, dengan gaji sangat minim yaitu Rp. 450.000/ bulan.

Namun, walupun dengan gaji rendah, dia tetap sabar dalam bekerja menjalankan tugas, sampai sekarang sudah hampir 20 tahun. Suka dan duka dalam bekerja, sudah cukup banyak dirasakan, tetapi dengan kesabaran dan kerja keras, hingga saat ini masih tetap bertahan dari status lajang dan sekarang sudah memiliki 2 orang anak, duduk di kelas 2 SLTP dan kelas 3 SD.
Sekarang setelah di lantik menjadi ASN walaupun status PPPK Paruh Waktu, tetap sabar dan bersyukur atas nikmat yang di berikan Allah. Harapannya kedepan, juga rekan-rekan lainnya kepada Pemerintah Pusat, khusus nya Pemko Tebingtinggi, tetap memperhatikan nasib para Pegawai PPPK paruh waktu.

“Kami mohon pada Bapak Walikota Tebingtinggi H. Iman Irdian Saragih, untuk tahun depan supaya kami di angkat menjadi ASN PPPK penuh waktu, karena status dan tanggung jawab kerjanya sama dengan ASN yang lain, hanya saja gaji berbeda sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” harap Maradhona. (02.RN/sty).







