
SUNGGAL, RATA NEWS.ID ; Dalam sehari, Bupati Deli Serdang dr. H. Asri Ludin Tambunan, melakukan kunjungan kerja guna mengunjungi warganya yang bermukim di dua kecamatan, Sunggal dan Hamparan Perak, untuk melihat kondisi kehidupan mereka, sekaligus melakukan penyerahan kunci rumah, hasil renovasi program Rumah Tidak Layak Huni.
Di Kecamatan Sunggal, Bupati Asri Ludin mengunjungi sejumlah warga di Desa Purwodadi, Kecamatan Sunggal, Senin (29/6/2026), untuk melihat langsung kondisi masyarakat serta memastikan berbagai persoalan dihadapi mereka, agar mendapat perhatian maupun penanganan yang tepat.

Salah satu keluarga dikunjungi adalah Edison Siahaan. Berdasarkan hasil verifikasi lapangan masuk dalam desil 5. Edison bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Kondisi ekonomi keluarga membuat anak kembarnya, Aldi Siahaan dan Aldo Siahaan, terpaksa berhenti sekolah saat akan melanjutkan ke kelas II SMK Nila Harapan.
Saat berdialog, Aldi dan Aldo masih ingin melanjutkan sekolah. Karenanya, Aci, sapaan Bupati, meminta Dinas Pendidikan melakukan pendampingan sebagai fasilitasi, agar keduanya bisa melanjutkan pendidikan di jenjang sekolah menengah atas.

Begitupun dengan peluang bantuan melalui Program Indonesia Pintar (PIP). Aci juga mengajak Baznas Deli Serdang untuk memasukkan keluarga Edison, sebagai penerima manfaat Gerakan Amal Kasih ASN Non-Muslim, untuk meringankan beban keluarga tersebut.
Kunjungan juga dilakukan ke rumah keluarga Adi yang terdata dalam desil 6. Data tersebut juga tidak sesuai dengan kondisi selayaknya. Bahkan kondisi rumah ditempati dinilai memerlukan perhatian lebih lanjut.

Dalam kesempatan itu, Bupati meminta Tim Pendamping Keluarga (TPK), menjalankan pendampingan secara optimal dan segera melaporkan berbagai persoalan ditemukan di lapangan, agar dapat ditindaklanjuti dengan solusi tepat.
“Saat ini tidak sedikit data yang tidak sinkron dengan kondisi lapangan. Saya harap, temuan ini menjadi catatan penting untuk TPK melakukan pendampingan keluarga dan memberikan informasi sebenarnya kepada atasan, karena sangat berpengaruh pada kebijakan. Saya minta temuan ini segera ditindaklanjuti mulai dari perubahan desil hingga bantuan sekolah untuk si kembar,” ucapnya.

Bupati juga mengimbau masyarakat, yang merasa masuk dalam kelompok desil 1 hingga 5, untuk menyampaikan kondisi sebenarnya kepada pemerintah. Hal sama juga diharapkan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi yang saat ini berlangsung, sehingga data diperoleh akurat dan dapat menjadi dasar penyusunan program tepat sasaran.
Selain mengunjungi warga, Bupati juga meninjau SD Nanda Al Manaf, untuk melihat ruang kelas baru yang dibangun melalui bantuan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, guna mendukung kegiatan belajar mengajar lebih nyaman.
DI HAMPARAN PERAK
Selesai kunjungan kerja di Kecamatan Sunggal Bupati Deli Serdang dr. H. Asri Ludin Tambunan, langsung menuju Kecamatan Hamparan Perak, untuk menyerahkan secara simbolis kunci rumah hasil renovasi program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), kepada tiga penerima manfaat di Desa Tandem Hilir II, Senin (29/6/2026).

Begitu sampai dilokasi, Bupati didampingi Kadis Pertanian Ir. Elina Sari Nasution, melakukan penyerahan secara simbolis dirumah Isah, salah seorang penerima manfaat berserta surat tanah yang dikeluarkan dari desa bersangkutan. Hal ini menjadi alas hukum atas kepemilikan, sembari menunggu sertifikat dari Kantor Pertanahan Kabupaten Deli Serdang selesai.
Selain itu, lima unit rumah lainnya masih dalam tahap pembangunan di sejumlah lokasi berbeda, yang masih berada di Kecamatan Hamparan Perak.

“Kami berharap, bantuan diberikan ini, benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Surat tanah yang telah diberikan, jangan sampai disalahgunakan. Pemkab Deli Serdang bersama pemerintah desa, akan terus berupaya membantu masyarakat membutuhkan,” ujarnya.
Usai menyerahkan bantuan, Bupati yang akrab disapa Aci ini, melanjutkan kegiatan dengan melakukan panen cabai bersama kelompok tani di Dusun XII, Desa Tandem Hilir II. Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 15 kilogram cabai milik Yogi dipanen dan langsung dibeli dengan harga Rp. 35 ribu per-kilogram, sebagai bentuk dukungan kepada petani lokal.

Bupati menyampaikan, keberhasilan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan lahan dan kemauan petani, tetapi juga penerapan teknologi yang tepat, bukan sekedar alsintan saja.
“Data dan sistem diterapkan juga merupakan bagian dari teknologi. Itulah yang sedang kami lakukan sebagai pemerintah daerah, yakni membangun sistem pendataan pertanian lebih baik, agar kami bisa menyiapkan pasar menjual hasil panen petani,” katanya.

Menurutnya, dengan data akurat, pemerintah dapat mengetahui waktu tanam dan panen, sehingga langkah antisipasi terhadap fluktuasi harga dapat dilakukan lebih baik.
“Dengan data itu, kami bisa mengetahui kapan masa panen. Dengan begitu, petani tidak lagi terombang-ambing oleh harga yang dimainkan para agen. Pemerintah hadir untuk memastikan petani memperoleh kepastian dan nilai jual lebih baik,” tegasnya.

Diketahui, total lahan cabai dikelola petani di Desa Tandem Hilir II mencapai sekitar 29 rantai dan tersebar di 21 dusun. Pemerintah Kabupaten Deli Serdang terus mendorong penguatan sektor pertanian melalui pendampingan, pendataan serta pengembangan sistem pemasaran lebih terintegrasi, guna meningkatkan kesejahteraan petani.
“Mari bantu kami untuk bisa membantu bapak ibu petani dalam memastikan kepastian harga dan pasar, agar petani sejahtera dengan ikut mengisi data poligon dari sistem Sipandai, yang telah kami buat. Sistem ini akan membantu pemerintah daerah, untuk melihat ketersediaan stok dan menjamin pasar para petani, jelasnya. (Pewarta : H. Zulkifli Barus).











