
GALANG, DELI SERDANG, RATA NEWS.ID :
Manajemen PTPN IV Regional I Kebun Sei. Putih, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, memiliki komitmen kuat melakukan pemeliharaan tanaman muda dengan baik dan benar, sesuai Pedoman Teknis Budidaya Kelapa Sawit atau Bahan Ajar Budidaya Tanaman Kelapa Sawit.
Pemeliharaan tanaman muda kelapa sawit (Tanaman Belum Menghasilkan/TBM), memerlukan perhatian ekstra pada pengendalian gulma di piringan, pemupukan rutin sesuai dosis dan pencegahan hama.
Fokus utamanya adalah pembentukan vegetatif kuat, seragam dan akar yang dalam, sebagai modal utama untuk panen maksimal di kemudian hari.

Panduan langkah demi langkah merawat kelapa sawit muda :
1. Pengendalian Gulma (Penyiangan). Gulma merupakan pesaing utama dalam merebut unsur hara dari dalam tanah.
Area Piringan : Bersihkan area sekitar pangkal tanaman (radius 1-2 meter) secara rutin dari rumput dan semak. Gunakan metode babat atau semprot secara hati-hati, agar racun herbisida tidak mengenai daun sawit muda.
Area Gawangan : Lakukan pembasmian gulma di jalur antar tanaman sawit, agar tidak menjadi sarang hama atau menyulitkan pemupukan.
2. Pemupukan Tepat dan Teratur. Tanaman muda membutuhkan nutrisi makro, untuk pertumbuhan batang, pelepah dan sistem perakaran yang optimal.

Jadwal Rutin : Umumnya pemupukan pada masa TBM dilakukan 3 hingga 4 kali dalam setahun, tergantung pada jenis pupuk dan rekomendasi spesifik.
Aplikasi : Taburkan pupuk secara merata di area piringan, namun beri jarak sekitar 30 cm dari pangkal batang. Selalu pastikan kondisi piringan bersih sebelum menebar pupuk.
3. Pemeliharaan dan Konservasi Tanah Pastikan tata kelola air dan struktur tanah di lahan Anda mendukung pertumbuhan.
Penyulaman : Lakukan penyulaman (penanaman ulang) pada bibit yang mati, tumbuh kerdil atau abnormal, sebelum tanaman berumur 1-2 tahun.
Pembuatan Parit : Buat saluran drainase yang baik agar tidak ada air yang menggenang atau membuat akar kelapa sawit membusuk.

Terkait adanya pemberitaan di Media Online, terkait tanaman muda kelapa sawit Kebun Sei. Putih yang tidak terawat, dengan menampilkan sebuah foto Tanaman Muda Kelapa Sawit dikelambuin tanaman kacangan. “Hal itu bukan tidak dipelihara, tapi jadwal rotasi pemeliharaannya belum tiba,” kata Asisten Afdeling 2 Kebun Sei. Putih Andry Syahputra.
Menurut Andry Syahputra, mengenai areal agak semak yang belum di rotasi, adalah hal lumrah dalam manajemen tata kelola perkebunan, khususnya kelapa sawit. Dampak pada areal lahan yang belum memasuki jadwal rotasi pemeliharaan, seperti kastrasi, sanitasi atau pengendalian gulma, memang sangat rentan ditumbuhi tanaman kacangan, yang merupakan tanaman penyerta.
Kastrasi sawit adalah tindakan membuang atau memotong seluruh bunga (baik jantan maupun betina) dan buah muda pada kelapa sawit, yang belum memasuki fase menghasilkan (Tanaman Belum Menghasilkan/TBM). Praktik ini dilakukan secara rutin untuk mengalihkan nutrisi agar tanaman fokus pada pertumbuhan vegetatif.

Tujuan utama dari kastrasi adalah memaksimalkan pertumbuhan vegetatif (batang, akar dan pelepah), agar tanaman lebih kokoh dan seragam saat mulai berbuah. Jika bunga tidak dibuang, nutrisi dari pupuk akan terbuang untuk membentuk buah muda, yang ukurannya masih kecil dan tidak bernilai ekonomi, sehingga menghambat pertumbuhan optimal pohon.
Dikatakan Asisten Afdeling 2 Kebun Sei. Putih Andry Syahputra, tindakan perbaikan areal semak ini akan segera ditangani, dirotasi pada smester atau triwulan berikutnya, sesuai program kerja tahunan perusahaan. “Namun begitu, areal yang dinyatakan semak sudah ditindak lanjuti pemeliharaanya,” jelas Andry Syahputra.
(Pewarta Wartawan Rata News.id : H. Suhartoyo/Ade Eka Pramana/Rahmansyah).











