
MEDAN, RATA NEWS.ID :
Suasana haru dan penuh kebahagiaan saat itu menyelimuti perasaan hati Wakil Bupati Lom Lom Suwondo, ketika ia turut menyambut rombongan jemaah haji asal Kabupaten Deli Serdang, tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 15 di Asrama Haji Medan, Jumat (19/6/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Keharuan itu diiringi dengan derai air matanya, karena salah seorang diantara rombongan merupakan istri tercinta, yaitu Ny. Hj. Asniar Lom Lom Suwondo yang kembali ketanah air dalam keadaan sehat wal’afiat.
Keharuan juga dirasakan keluarga ratusan jemaah haji lainnya, dimana anggota keluarganya telah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci selama lebih kurang 40 hari, telah tiba kembali di Tanah Air. Sambutan hangat datang dari keluarga, juga jajaran Pemerintah Kabupaten Deli Serdang. Dalam rombongan jemaah haji tersebut tersebut, turut serta Staf Ahli I Tim Penggerak PKK Deli Serdang Ny. Hj. Asniar Lom Lom Suwondo, yang pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, dihunjuk sebagai petugas haji.
Penyambutan dipimpin langsung Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo, didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Zainal Abidin Hutagalung, Kepala Pelaksana BPBD Mukti Ali Harahap serta Kabag Kesra Setdakab Deli Serdang Faisal Rahman.

Prosesi penyambutan ditandai dengan pengalungan selempang kepada Ketua Kloter 15, sebagai simbol penghormatan dan ungkapan selamat datang atas kepulangan para jemaah setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Utara Zulkifli Sitorus, menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah dalam keadaan sehat dan selamat. Ia juga mengapresiasi kekompakan para jemaah, selama menjalani rangkaian ibadah di Madinah dan Makkah.
“Kami sangat berbahagia melihat Bapak dan Ibu kembali dengan wajah-wajah yang ceria. Bahkan saya sering mengatakan, setelah pulang nanti coba bercermin. Insya Allah terlihat lebih muda dibanding saat berangkat. Itu menjadi tanda kebahagiaan dan ketenangan diperoleh setelah menjalankan ibadah haji,” ujarnya.

Menurutnya, kemabruran haji tidak hanya diukur dari keberhasilan menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci, tetapi juga tercermin dari perubahan sikap dan perilaku setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Haji yang mabrur akan terlihat setelah pulang ke kampung halaman. Semakin meningkat ketakwaannya kepada Allah SWT, sekaligus semakin besar manfaatnya bagi sesama. Karena ibadah haji bukan hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga memiliki dampak sosial,” katanya.

Ia berharap, para jemaah dapat menjadi teladan, panutan, sekaligus agen penyebar kedamaian dan kemaslahatan di lingkungan masing-masing.
“Semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan, kemudahan, kebahagiaan lahir dan batin serta menjadikan haji yang telah Bapak dan Ibu laksanakan, sebagai haji mabrur,” tuturnya. (01.RN/zb).











