Tebingringgi, Rata News.id :
Panitia Seleksi telah menetapkan hasil akhir calon Dewan Pengawas PDAM Tirta Bulian Kota Tebingtinggi, untuk masa jabatan 2026–2030. Nama-nama yang terpilih adalah Erwin Suheri Damanik, Henci br. Siregar dan Herry Aryanto.
Setelah terpilihnya Dewan Pengawas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bulian, Pemko Tebingtinggi, muncul sebuah harapan dan keinginan, yaitu dengan semangat baru, berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan air minum bagi masyarakat Kota Tebingtinggi.
Dalam sebuah tayangan di Facebook Portal Pemko Tebingtinggi, ada ajakan yaitu mari bersama-sama mendukung langkah perbaikan ini, demi terciptanya layanan yang lebih transparan, profesional dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.

Seruan tersebut dibarengi slogan “Menuju Layanan Air Bersih yang Lebih Baik”, sangat terasa bagai sebuah khayalan yang belum pernah menjadi kenyataan.
Banyak para pelanggan PDAM Tirta Bulian Pemko Tebingtinggi, menyatakan berlangganan Air PAM bukan pilihan, tapi karena tak ada pilihan.
Walau Walikota Tebingtinggi terus berganti, tapi kondisi dan kualitas air PDAM Tirta Bulian tak pernah berubah, sering mati berhari-hari dan kualitas airnya berlumpur, hitam dan jorok. Apalagi kalau musim kemarau dan hujan terus menerus. Air dari PDAM Tirta Bulian bukan air bersih.
*Air PAM Mati dan Hitam*
Dengan Dewas yang baru, bisakah merubah air PAM Tirta Bulian yang jorok menjadi air bersih yang layak minum ? Jangan Dewas, Direksi dan seluruh pegawai PDAM Tirta Bulian Pemko Tebingtinggi, bisa makan nikmat dengan gaji diterima dari hasil uang retribusi air PAM, sementara pelanggan PAM menerima air tidak layak konsumsi dan terpaksa membeli air isi ulang untuk masak dan air minum.

Sementara itu, baru-baru ini, pelanggan Air PDAM Tirta Bulian mengeluh, air tak mengalir dan berwarna hitam. Seribuan warga pelanggan PDAM Tirta Bulian Kelurahan Rantaulaban dan Mekar Sentosa, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi kesal, sudah dua hari air tidak mengalir alias macet total. Selain itu, mereka mengeluhkan kualitas air jelek, berwarna hitam dan jorok, hal ini sudah berlangsung lama.
Akibat ketiadaan air PAM, warga Mekar Sentosa kerepotan karena harus mengeluarkan biaya tambahan guna membeli air isi ulang, untuk keperluan masak/minum, mandi, cuci dan kakus.
Bagi warga yang punya sumur gali masih bisa bernafas lega, namun harus mengeluarkan tenaga ekstra, untuk menimba dan mengangkatnya, mengisi ember-ember kosong.
Beberapa warga Kelurahan Mekar Sentosa, saat bertemu di sebuah gerai air isi ulang menyatakan kekesalannya. Menurut mereka, sudah dua hari air tak mengalir.

“Sudahlah airnya hitam, tarifnya mahal, sering pula mati. Apalagi saat sekarang musim kemarau. Hajab kami kalau air tak ada,” ungkap mereka dengan nada kesal, seraya menyebutkan, kondisi air PAM Tirta Bulian tak pernah berubah, walau Walikotanya telah berganti-ganti.
Masyarakat mengharapkan pada Walikota Tebingtinggi H. Iman Irdian Saragih, agar serius menangani air PAM Tirta Bulian. Sudahlah airnya tak layak dikonsumsi, hitam dan jorok.
“Kalaupun air Sungai Padang kering, carilah alternatif lain, mencari sumber-sumber mata air. Kalau perlu pasang pipa hingga ke Sipis-pis, sumber mata air kawasan Bukit Barisan, seperti PDAM Tirtanadi Medan, yang mengambil air dari Bandar Baru,” ucap mereka, sembari menyebutkan, air PAM Tirta Bulian hanya bisa untuk MCK saja. (02.RN/sty).







