Tebingtinggi, Rata News.id :
Ziarah kubur adalah tradisi Islam, mengunjungi makam untuk mendoakan almarhum/almarhumah, mengingat kematian, dan melembutkan hati. Amalan ini dianjurkan, terutama menjelang Bulan Suci Ramadhan, dengan tata cara membaca salam, Al-Fatihah, Surah Yasin/ayat pendek, serta berdzikir, tanpa duduk atau menginjak gundukan makam. Tujuan utamanya adalah mendoakan ahli kubur dan mengingat akhirat.

Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, yang diperkirakan jatuh pada hari Kamis (19/2/2026), warga Kota Tebingtinggi, sejak beberapa hari ini, puncaknya pada hari Minggu (15/2/2026), tampak ramai melaksanakan tradisi ziarah kubur, mengunjungi pemakaman umum tempat peristirahatan terakhir orang tua dan sanak keluarga lainnya.

Beberapa pemakaman umum sekitar Kota Tebingtinggi, terlihat ramai dari peziarah, baik warga lokal, maupun yang datang dari daerah lain, bahkan dari luar negeri.
Pemakaman umum “Sarkawi”, dikawasan Kampung Keling, Kelurahan Tanjungmarulak, sejak beberapa hari menjelang masuk Bulan Suci Ramadhan, sudah terlihat ramai oleh peziarah, baik yang datang sendiri maupun berkeluarga.
Demikian juga dengan pemakaman umum di Jalan Sisingamangaraja Bandarsono dan lokasi kuburan yang ada di Kelurahan Sei. Segiling, Bagelen, Bandarsono, Persiakan, Bulian, Tambangan, Bajenis dan kelurahan lainnya.

Banyaknya peziarah melaksanakan tradisi tahunan ini, yang datang dengan kenderaan roda dua atau lebih, dimanfaatkan tukang parkir musiman untuk mendapatkan rupiah.
Begitu juga dengan pedagang bunga untuk berziarah, terlihat ramai membuka lapak, sekaligus menjual air mineral. Penjaga makam pun kebagian rezeki dari para peziarah, yang memberi sedekah, karena telah mengurus dan merawat pemakaman umum dengan baik.

Beberapa peziarah di pemakaman umum “Sarkawi” Kampung Keling yang datang dari Kota Tebingtinggi menyebutkan, bahwa kondisi makam cukup terawat dan bersih dari rumput liar. “Alhamdulillah…dengan kondisi makam terlihat bersih dan terawat, kami mudah menemukan kuburan orang tua,” ucap Bu Sri Naladani, warga Kelurahan Rantaulaban.

Peziarah dari luar Kota Tebingtinggi juga mengakui hal sama. “Ketika kami datang, di tempat ini juga ada penjual bunga untuk berziarah dan air mineral. Lokasi cukup bersih, kami berterimakasih pada petugasnya,” ujar Ismail dan isterinya Erni, warga Puchong, Selangor, Malaysia, usai memberi sedikit rezeki pada petugas pemakaman.
Puncak tradisi berziarah kubur akan memasuki puncaknya, sehari menjelang hari pertama puasa bagi umat Islam. (02.RN/sty).











