Tebingtinggi, Rata News.id :
Korban kritis tubrukan maut Kereta Api Seri Bilah kontra Mobil Penumpangbdi Kota Tebingtinggi, yaitu Pengemudi mobil Toyota Avanza Veloz BK 1657 ABK, Abdul Kadir Al Zailani (42) warga Lingkungan VII, Pasar IV Kelurahan Terjun, Kacamatan Medan Marelan, Kota Medan, akhirnya meninggal dunia di RS Poldasu Bayangkara Cabang Tebingtinggi, Rabu (21/01/26) malam.
Superti diberitakan Rata News.id,, Kamis (22/01/2026), Kereta Api Seri Bilah Utama KA U53 CC 2018344 jurusan Rantau Prapat – Medan menabrak mobil Avanza, di perlintasan kereta api tanpa palang pintu, Jalan Abdul Hamid Lingkungan III, Kelurahan Tebingtinggi, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi, Rabu (21/01/26) pukul 18.15 WIB.
Delapan orang menderita luka serius dan tewas di tempat kejadian perkara (TKP), sementara pengemudi mobil mengalami luka berat dan dalam kondisi kritis dirawat di ruang opname Rumah Sakit Poldasu Bhayangkari Cabang Kota Tebingtinggi.
Namun karena mengalami pendarahan cukup banyak, akhirnya, pengemudi mobil meninggal dunia malam hari, setelah mendapatkan pertolongan medis.
Sembilan korban meninggal dunia diantaranya, pengemudi mobil Abdul Kadir Al Zailani (42) warga Lingkungan VII, Pasar IV, Kelurahan Terjun, Kacamatan Medan Marelan, Kota Medan. Penumpang, Rizal (59), Jalan Deli Tua, Gang Al Iman No 27 A, Dsn I Desa Mekar Sari Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang.
Kemudian, Daratul Lailla (50), warga Dusun III, Jalan.Satria Ujung, Gang Sedulur, Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang. Risnawati (57),
Jalan Deli Tua, Gang Al Iman No 27 A, Dusun I, Desa Mekar Sari Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang.

Muhammad Al Hafizd Musawir (6) warga Dusun III, Jalan Satria Ujung Gang Sedulur, Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang. Muhammad Rafka (2) warga Jalan Marelan V Lingkungan16, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan.
Zahara (81), Jalan Satria, Dusun I, Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang. Sri Devi (34) warga Lingkungan VII Pasar IV, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan. Zaitun ( 56 ) warga Jalan Satria, Dusun I, Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang.
Sementara, Masinis Kereta Api Seri Billah Utama KA U53 CC 2018344, Hendrik Santoso (37) dan Asisten Masinis, Goklas Junior Manurung (35) tidak mengalami luka-luka.
“Diduga pengemudi mobil Avanza tidak konsentrasi, kemudian tidak memperhatikan pada saat melintasi, kalau perlintasan kereta api tanpa palang pintu, sehingga mengakibatkan kecelakaan lalu lintas,” aku saksi Syahril dan Suherry warga Lingkungan III.
Bukan cuma itu, kata Syahril dan Suherry, ketika itu keduanya berada diseputaran lokasi, sudah meneriaki pengemudi mobil. Tapi, mobil penumpang Toyota Avanza tetap melaju melewati perlintasan kereta api tanpa palang pintu tersebut. Hingga akhirnya, tabrakan itu tidak terelakkan lagi.
Berdasarkan informasi diperoleh di TKP, mobil penumpang Toyota Avanza tersebut, berangkat dari Deliserdang menghadiri acara keluarga di Batu Bara, kemudian menjenguk keluarga yang sedang Sakit di Sei Sigiling, Kota Tebingtinggi.

Setelah kejadian kecelakaan maut merenggut nyawa 9 orang tersebut, Kamis (22/01/25) pagi petugas dari PT. KAi Sumut sudah turun kelokasi guna melakukan pekerjaan membangun plang besi di pintu perlintasan kereta api.
Lokasi tanah yang di kelola masyarakat untuk menanam ubi kayu, langsung dibabat habis, karena mengganggu penglihatan masyarakat, saat melintas. Apalagi, bila malam hari, di lokasi tersebut gelap dan lampu tidak hidup.
Kepala PT. Jasa Raharja Perwakilan Tebingtinggi H. Tengku Rahmudin Amran mengatakan, santunan Jasa Raharja sudah masuk ke rekening ahli waris. “Sudah kita kirim data-data para korban, dananya langsung masuk kerening para ahli waris. Saya kira sudah ditransfer langsung dari pusat. Para korban tinggal di Medan dan Deli Serdang,” jelas Tengku Rahmudin Amran melalui WA dan mengakui masih berada di lokasi kejadian, Kamis (22/01/26) sore. (02.RN/sty).











