BREAKING

Diragazza Flore - IMG 20250817 WA0002 scaled
HAKORDIA

Pemko Tebingtinggi Peringati Hakordia 2025, Walikota : Empat Kriteria Penting Pedoman Pemberantasan Korupsi

Tebingtinggi, Rata News.id :
Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi menggelar peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) Tahun 2025, dirangkai dengan Rapat Koordinasi (Rakor) Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs), Selasa (09/12/2025), di Aula Lantai IV Gedung Balai Kota, Jalan Dr. Sutomo.

Dalam kesempatan itu, Walikota Tebingtinggi, H. Iman Irdian Saragih menegaskan, ada empat kriteria penting yang harus diketahui dan menjadi pedoman bersama, dalam upaya pemberantasan korupsi, yaitu sosialisasi, pencegahan, pengawasan dan penindakan.

Pemko Tebingtinggi Peringati Hakordia 2025, Walikota : Empat Kriteria Penting Pedoman Pemberantasan Korupsi - IMG 20251210 WA0011
Walikota Tebingtinggi H. Iman Irdian Saragih mengucapkan selamat kepada Kajari Tebingtinggi Satria Abdi, yang segera menempati tugas baru sebagai Aspidsus Kejati Bali.

“Kalau penindakan, kita ini juga manusia biasa. Namun, kalau memang sudah tidak bisa lagi diatasi melalui sosialisasi, pengawasan dan pencegahan, barulah jalur penindakan hukum (tindak pidana) harus ditempuh,” tegas Walikota.

Terkait hal itu, Walikota berpesan kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan jajaran di lingkungan Pemko Tebingtinggi, untuk bekerja secara hati-hati dan selalu mengacu pada regulasi serta peraturan perundang-undangan berlaku.

Pada kesempatan tersebut, Walikota juga menyampaikan ucapan selamat dan sukses, kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tebingtinggi, Satria Abdi, yang telah dilantik, dengan jabatan barunya sebagai Asisten Tindak Pidana Khusus pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali.

Pemko Tebingtinggi Peringati Hakordia 2025, Walikota : Empat Kriteria Penting Pedoman Pemberantasan Korupsi - IMG 20251210 WA0012
Para pejabat Pemko Tebingtinggi yang hadir pada acara peringatan Hakordia Tahun 2025.

“Saya merasa bersedih, baru kenalan, tiba-tiba harus berpisah. Banyak saran dan masukan beliau yang kita terima. Kita mendoakan, agar beliau selalu sehat, panjang umur, semoga amanah, dapat melaksanakan tugas dengan baik di Kejaksaan Tinggi Bali,” ujar Walikota.

Sementara itu, Kajari Tebingtinggi, Satria Abdi, dalam arahannya menyoroti beberapa mentalitas dan budaya negatif di masyarakat Indonesia, yang seringkali menjadi pemicu terjadinya tindak pidana korupsi, antara lain: pepatah “Sing Ora Melu Edan, Ora Keduman” (yang tidak ikut gila, tidak akan kebagian)”. Budaya instan dan mentalitas mencari jalan pintas serta mentalitas asal bapak senang (ABS), sangat sering terjadi.

Pemko Tebingtinggi Peringati Hakordia 2025, Walikota : Empat Kriteria Penting Pedoman Pemberantasan Korupsi - IMG 20251210 WA0013
Walikota Tebingtinggi H. Iman Irdian Saragih dan Kajari Tebingtinggi Satria Abdi dan para pejabat yang hadir pada acara memperingati Hakordia Tahun 2025 di Aula Pemko Tebingtinggi.

Kemudian, kerap juga terjadi budaya memberikan hadiah (gratifikasi) kepada penguasa atau pemimpin sebagai bentuk penghormatan. Tradisi kekeluargaan dan budaya komunal yang tinggi, sehingga terkadang melindungi kepentingan keluarga/kelompok. Juga terjadi budaya sungkan, ewuh pekewuh, dan tingginya toleransi terhadap penyimpangan.

Kajari Satria Abdi menekankan, bahwa kini Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) telah mengalami pergeseran paradigma peran. APIP tidak lagi sekadar ‘watch dog’ (pencari kesalahan) tetapi harus berfokus pada unsur pembinaan, yang bersifat preventif (pencegahan), konsultatif (penasihat) dan quality assurance dalam program-program strategis Pemko.

“Pencegahan jauh lebih penting daripada pemberantasan tindak pidana korupsi. Tolok ukur keberhasilan pemberantasan korupsi, tidak dinilai dari banyaknya penanganan perkara, tetapi seberapa banyak kita melakukan upaya pencegahan,” jelas Kajari.

Pemko Tebingtinggi Peringati Hakordia 2025, Walikota : Empat Kriteria Penting Pedoman Pemberantasan Korupsi - IMG 20251210 WA0015
Walikota Tebingtinggi H. Iman Irdian Saragih dan Sekdako Tebingtinggi H. Erwin Suheri Damanik.

Kajari Satria Abdi menambahkan, bahwa peran ini akan menciptakan rasa aman bagi jajaran Pemko Tebingtinggi dalam bekerja demi kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat. Mengakhiri arahannya, Kajari mendorong para pemimpin dan Kepala OPD untuk berani mengambil risiko, dengan bekal mitigasi potensi masalah.

“Kita harus gercep (gerak cepat), jangan ada lagi jalan santai. Saya melihat Bapak Walikota sudah berlari dalam memimpin kota ini, jangan sampai Kepala OPD malah jalan santai. Mari bersama kita dukung Bapak Walikota demi memajukan dan menyejahterakan Kota Tebingtinggi, beserta masyarakatnya,” pungkas Kajari.

Pemko Tebingtinggi Peringati Hakordia 2025, Walikota : Empat Kriteria Penting Pedoman Pemberantasan Korupsi - IMG 20251210 WA0016 1
Suasana memperingati Hakordia Tahun 2025 di Aula Pemko Tebingtinggi.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tebingtinggi, H. Erwin Suheri Damanik menyampaikan, bahwa kegiatan Rakor ini bertujuan mendengarkan arahan Walijota, terkait rencana program kerja tahun 2026, yang merupakan bagian dari masa kepemimpinan periode 2025-2029.

“Elemen-elemen apa yang disampaikan, nanti akan diteruskan oleh beberapa teori dan intervensi untuk menopang seluruh program pemerintah mewujudkan visi Kota Tebingtinggi, Maju Kotanya, Religius, Makmur dan Sejahtera Rakyatnya. Inilah tujuan utama substansi dari rapat ini,” kata Sekda.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala OPD, Camat, Kepala Bagian, dan Kepala Puskesmas di lingkungan Pemko Tebingtinggi serta jajaran dari Kejari Tebingtinggi, diantaranya Kasi Pidum Septeddy Endra Wijaya, Kasi Pidsus Danang Dermawan dan Kasi Intelijen Sai Sintong Purba. (26.RN/Jsin).

IKLAN FLORIS - WhatsApp Image 2025 07 20 at 21.08.27
Iklan gpaym - IMG 20250727 WA0005

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

No Content Available