Tebingtinggi, Rata News.id :
Dewan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Kota Tebingtinggi Priode 2025-2030, yang baru di lantik tanggal 9 Maret 2026 oleh Ketum MUI Sumut H. Maratua Simanjuntak, langsung merapat ke Forkopimda untuk merajut tali silaturrahim.
Sehari setelah dilantik/dikukuhkan, Pengurus MUI Kota Tebingtinggi dibawah komando duet Ketum Ustadz H. M. Ghazali Saragih dan Sekum Chairil Anwar Pulungan, melakukan audiensi ke Kapolres Tebingtinggi AKBP Rina Frilliya, SIK.
Turut serta dalam rombongan DP MUI Kota Tebingtinggi yang beraudiensi ke Kapolres Tebingtinggi, beberapa pengurus harian dan komisi-komisi.

Audiensi ke Kapolres AKBP Rina Frilliya, SIK, yang merupakan Puteri daerah asli Kota “Lemang” Tebingtinggi, adalah untuk merajut kebersamaan, dalam menciptakan suasana aman damai Kota Tebingtinggi, dari berbagai persoalan umat.
Dalam pertemuan dengan Kapolres AKBP Rina Frilliya, Ketua DP MUI Kota Tebingtinggi H. M. Ghazali Saragih, berharap bisa bersinergi antara MUI dan Kepolisian, untuk menjaga Aqidah Umat, selain itu juga terjadi kerjasama antara MUI dengan Kepolisian, untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.

Selain itu, kata Ketum MUI H. M. Ghazali Saragih, bisa membantu Kepolisian dalam hal ini Polres Tebingtinggi, bagaimana dapat dengan mudah mengatasi penyakit-penyakit dimasyarakat, termasuk penanggulangan Narkoba dan balap liar, yang saat ini sudah sangat meresahkan masyarakat serta telah meracuni generasi muda, lewat dakwah para ulama.
Menyahuti apa yang telah disampaikan Ketum MUI Tebingtinggi H. M. Ghazali Saragih, Kapolres Tebingtinggi AKBP Rina Frilliya, menyatakan siap bersinergi dan berkolaborasi dengan MUI, untuk membantu menjaga ketertiban masyarakat, melalui himbauan-himbauan dan patroli.

Dikatakan Kapolres AKBP Rina Frilliya, himbauan kepada masyarakat, bisa lewat majelis-majelis, maupun spanduk dan patroli disetiap titik rawan yang sudah dipetakan. Pada kesempatan itu Kapolres berpesan, jangan panik soal BBM. “Insya Allah…. Sumut, khususnya Kota Tebingtinggi masih aman,” ujar Kapolres.
*Pelayan Umat*
Sementara itu, Sekretaris Umum MUI Kota Tebingtinggi Chairil Anwar Pulungan, dalam perbincangan dengan Wartawan Media Rata News.id menyampaikan, bahwa banyak kerja dakwah setelah pengukuhan yang harus dilakukan.

“Insya Allah semua komisi yang sudah dikukuhkan, siap bekerja turun ke masyarakat menjadi penjaga aqidah Umat dan pelayan Umat. Karena karakter dakwah itu panjang dan penuh ujian, tapi keyakinan kita tentang Allah yang Maha Agung, Insya Allah semua jalan akan Allah mudahkan,” ujar Chairil Anwar Pulungan, yang merupakan Da’i Muda Kota Tebingtinggi, penuh potensi dan kedepan bisa memimpin MUI Kota Lemang.
Chairil Anwar mengajak semua pihak, khususnya DP MUI Kota Tebingtinggi, untuk membangun kerjasama kepada pemerintah daerah, saling berkolaborasi antara Ulama dan Umaro (Pemerintah). “Insya Allah, jika kerjasama tercipta baik, akan melahirkan keteduhan dalam kemashlahatan,” tutur Sekum MUI Chairil Anwar Pulungan.

Hasil Audiensi dengan Kapolres Tebingtinggi, menurut Chairil Anwar adalah bisa terjalin kerja sama untuk saling melibatkan dan terlibat, dalam hal-hal yang baik. MUI bersama Kapolres akan mengatasi penyakit-penyakit dimasyarakat. “Untuk itu, aka perlu kerja sama semua pihak,” harap Chairil.
Beberapa tokoh agama yang tidak terlibat dalam kepengurusan baru MUI Kota Tebingtinggi, berkeyakinan penuh, bahwa duet Ketum H. M. Ghazali Saragih dan Sekum Chairil Anwar Pulungan, bisa membawa MUI kearah lebih baik dibanding pengurus lalu, karena sangat didukung oleh Walikota Tebingtinggi H. Iman Irdian Saragih.

Terpenting, Ketum dan Sekum MUI Kota Tebingtinggi terpilih, bisa melepaskan diri dari pengaruh kepengurusan lama, yang masih mendominasi pengurus baru. “Pak Ghazali dan Chairil harus tegas jika ada yang merecokin kepengurusannya, agar MUI Kota Tebingtinggi bisa diterima masyarakat dan menjadi harapan dalam pembinaan akhlak dan adab,” ujar beberapa pemuka agama.
Ditambahkan pemuka agama tadi, sebagai Pengurus MUI, harus bisa menunjukkan sifat santun, punya adab dan ber-akhkak mulia, dalam kehidupan sehari-hari dimasyarakat, tidak suka bercokol-cokokan ditempat tinggalnya. Kalaupun memberi ceramah ditempat tinggalnya, apalagi sebagai pengurus masjid, tidak musti mengharapkan bayaran. “Jika semua itu sudah terpenuhi, baru masyarakat percaya terhadap orang yang duduk di kepengurusan MUI Tebingtinggi,” jelasnya.

“Jadi Pengurus MUI, jangan hanya untuk mencari popularitas, tempat sandaran jika ada masalah, mencari uang minyak atau makan serta menitip keluarga agar bisa mengais rezeki. Tapi jadilah pengurus MUI Amanah dan tidak sedang punya masalah dengan umat yang gagal berangkat Umroh, tapi uangnya tidak dikembalikan tuntas serta benar-benar tanpa ada kepentingan pribadi, semuanya ikhlas demi umat, walau tidak ada uang minyaknya. Terpenting, jangan suka memaksakan kehendak, ketika keinginannya tidak terpenuhi, karena orang lain juga punya keinginan dan harapan sama,” pesan pemuka agama tadi tersenyum penuh arti, kepada duet H. M. Ghazali Saragih dan Chairil Anwar Pulungan. (02.RN/sty).











