
TEBING TINGGI, RATA NEWS.ID ; Sosok pemimpin yang cinta tanah air dan memiliki kebangsaan kuat adalah pemimpin menempatkan kepentingan bangsa di atas segalanya. Tokoh teladan utama di Indonesia meliputi Ir. Soekarno (Sang Proklamator yang menyatukan Nusantara lewat Pancasila), Mohammad Hatta (pemikir ekonomi kerakyatan dan keadilan sosial), serta Jenderal Sudirman (simbol keteguhan militer yang berkorban tanpa lelah demi kedaulatan negara).

Ciri-Ciri Pemimpin Berjiwa Nasionalis
– Mengutamakan Persatuan : Menyatukan beragam suku dan agama.
– Rela Berkorban : Mendahulukan kepentingan rakyat banyak daripada diri sendiri.
– Tegas dan Berwibawa : Membela kedaulatan negara dari ancaman luar maupun dalam.
– Berjiwa Pancasilais : Menjalankan nilai-nilai luhur dasar negara dalam kebijakan nyata.
Cara Menerapkan Semangat Kebangsaan
– Bekerja jujur dan tulus untuk kemajuan daerah.
– Menjaga kerukunan antarwarga di lingkungan sekitar.
– Mencintai produk dan karya dalam negeri.

H. Iman Irdian Saragih : Sosok Wali Kota Tebing Tinggi H. Iman Irdian Saragih, memiliki jiwa dan semangat yang mencerminkan figur pemimpin daerah memiliki karakter kebangsaan kuat, menjunjung tinggi nilai persatuan, serta menempatkan kepentingan masyarakat dan kecintaan terhadap tanah air, sebagai bagian penting dalam menjalankan amanah kepemimpinan.
Peringatan HUT RI ke-81 yang dilaksanakan di Lapangan Merdeka Kota Tebing Tinggi, Senin (17/8/2026), menggambarkan semangat nasionalisme yang melekat dalam kepemimpinan H. Iman Irdian Saragih. Bagi seorang pemimpin daerah, kecintaan terhadap tanah air diwujudkan melalui keberpihakan terhadap kepentingan rakyat, menjaga keharmonisan kehidupan sosial, memperkuat persatuan, serta memastikan pembangunan berjalan dengan semangat kebersamaan dan keadilan.

H. Iman Irdian Saragih menunjukkan, bahwa nasionalisme dalam konteks pemerintahan daerah memiliki makna yang luas. Nasionalisme tidak berhenti pada penghormatan terhadap simbol-simbol negara, tetapi tumbuh melalui kepedulian terhadap masyarakat, penghargaan terhadap keberagaman, semangat membangun daerah, serta kesungguhan menjaga persatuan di dalam berbagai perbedaan yang
ada di kehidupan masyarakat Kota Tebing Tinggi.
Pada era kepemimpinan Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih menggambarkan pemahaman mengenai rasa cinta tanah air tidak diurai sebatas simbolisme atau wacana normatif semata, melainkan diwujudkan secara nyata melalui pelaksanaan tata kelola yang profesional, pembinaan toleransi antar warga, serta percepatan pembangunan daerah secara menyeluruh.

Tata kelola pemerintahan Kota Tebing Tinggi terus menunjukkan keberlanjutan, komitmen yang berfokus pada penguatan rasa kebangsaan dan integrasi seluruh elemen masyarakat. Pemerintah Kota Tebing Tinggi secara berkelanjutan berupaya memfasilitasi dan memperluas jangkauan program-program strategis berbasis kebangsaan. Melalui kepemimpinan yang tegas, terukur, namun tetap merangkul, prinsip nasionalisme dan persatuan diwujudkan ke dalam tindakan nyata, demi menjaga kondusivitas serta kemajuan daerah secara konsisten.
Karakter kepemimpinan dengan jiwa nasionalisme yang kuat, dapat terlihat pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kehadiran dan keterlibatan Wali Kota Tebing Tinggi dalam kegiatan kenegaraan, menjadi bagian dari upaya menghadirkan semangat kemerdekaan secara lebih dekat di tengah masyarakat.

Momentum tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga menjadi pengingat mengenai tanggung jawab seluruh elemen bangsa, dalam melanjutkan cita-cita kemerdekaan.
Dalam kehidupan masyarakat yang majemuk, sikap terbuka, saling menghormati, dan menjaga keharmonisan menjadi fondasi penting bagi terciptanya daerah yang aman, maju, dan sejahtera. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian terus dikuatkan dalam kehidupan masyarakat Kota Tebing Tinggi.

Kepedulian terhadap rakyat juga menjadi salah satu gambaran kuat, dari karakter kepemimpinan seorang H. Iman Irdian Saragih. Ketika masyarakat memperoleh kesempatan untuk hidup lebih baik, mendapatkan pelayanan publik yang layak, memperoleh akses terhadap pendidikan dan berbagai kebutuhan dasar, serta memiliki ruang untuk berkembang, maka pembangunan daerah telah menjadi bagian dari perjuangan mewujudkan tujuan kemerdekaan.
Karakter kebangsaan juga tercermin dalam perhatian terhadap generasi muda, yang akan menjadi penerus estafet kepemimpinan bangsa, sehingga penanaman nilai nasionalisme perlu dilakukan sejak dini melalui lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, maupun berbagai aktivitas sosial dan pendidikan.

Sikap nasionalisme juga tercermin dari keteguhan H. Iman Irdian Saragih dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman. Kota Tebing Tinggi merupakan ruang bersama bagi masyarakat dengan latar belakang beragam. Keberagaman tersebut menjadi kekuatan yang perlu dirawat melalui sikap saling menghormati, toleransi, gotong royong, dan kebersamaan.
Dengan karakter yang tegas namun tetap mengedepankan kepedulian dan kebersamaan, Wali Kota Tebing Tinggi H. Iman Irdian Saragih merepresentasikan sosok pemimpin daerah, yang berupaya menjadikan nilai-nilai kebangsaan sebagai bagian dari arah pembangunan. Nasionalisme tidak hanya menjadi semangat dalam peringatan hari-hari besar nasional, tetapi menjadi nilai yang hidup dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Pada akhirnya, kecintaan terhadap tanah air tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar. Mengabdi dengan tulus, bekerja untuk kepentingan masyarakat, menjaga persatuan, menghormati keberagaman, memperkuat pendidikan karakter, serta membangun daerah dengan penuh tanggung jawab merupakan bentuk nyata pengamalan nasionalisme.
Sikap keberpihakan seorang Iman Irdian Saragih kepada kaum muda, ditunjukkan dengan seringnya menerima audiensi dari berbagai kepentingan, yang bertujuan ikut serta membangun generasi milenial dalam mewujudkan Indonesia Emas Tahun 2025.
Semoga, Iman Irdian Saragih memegang teguh pepatah “tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan”, yang memiliki arti sesuatu hal, adat istiadat, pendirian, atau nilai kebenaran yang tetap abadi, tidak berubah, dan tidak rusak meskipun dimakan zaman atau diterpa berbagai pengaruh dan kritikan, baik positif maupun negatif.
Selamat bekerja dan berkarya H. Iman Irdian Saragih untuk kotamu, yang sama-sama kita cintai ini. Jadikanlah kritikan sebagai cermin diri dan bahan bakar untuk maju. Jangan anggap kritik sebagai serangan pribadi, melainkan petunjuk gratis untuk memperbaiki kekurangan, memperkuat kemampuan dan mencapai kesuksesan yang lebih besar. Salam Sukses saudaraku!!! (Pewarta : H. Suhartoyo, QIA).












