
PASAMAN, RATA NEWS.ID ; Komitmen Pemerintah Kabupaten Pasaman dalam melindungi kesehatan masyarakat, kembali ditunjukkan melalui aksi cepat Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, bersinergi dengan Puskesmas Pegang Baru, Pemerintah Nagari Panti serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcat) Panti, melaksanakan kegiatan fogging di Kampung Maninjau Panti, Jorong Murni, Nagari Panti, Kecamatan Panti, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) tersebut, dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, dr. Lusi Hastuti, bersama jajaran petugas kesehatan.

Langkah ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah dalam menekan penyebaran penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Panti Refrizal, SH, Kapolsek Panti IPTU Arifin, Kepala Puskesmas Pegang Baru Isra Hanasah, SKM, MKM, beserta jajaran tenaga kesehatan, Sekretaris Nagari Panti Fery, Bhabinkamtibmas Nagari Panti Brigpol Rony Andri, SH, serta masyarakat Kampung Maninjau yang turut berpartisipasi aktif mendukung pelaksanaan fogging.
Sinergi lintas sektor yang ditunjukkan dalam kegiatan ini, menjadi bukti nyata bahwa penanganan persoalan kesehatan masyarakat, memerlukan kolaborasi kuat antara pemerintah, aparat keamanan, tenaga kesehatan dan masyarakat.

Kehadiran Camat Panti dan Kapolsek Panti, juga mencerminkan komitmen pemerintah kecamatan dan jajaran kepolisian dalam mendukung setiap program yang bertujuan melindungi keselamatan warga.
Menurut data dihimpun Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, dalam beberapa waktu terakhir terjadi peningkatan kasus DBD di sejumlah wilayah Kecamatan Panti. Di Kampung Ampang Gadang, Nagari Panti Selatan tercatat tiga kasus, Petok Timur Nagari Panti Selatan sebanyak tujuh kasus, Suka Damai Nagari Panti Utara dua kasus serta Kampung Maninjau Nagari Panti dua kasus.
Perhatian serius juga diberikan terhadap peristiwa meninggalnya seorang warga Kampung Maninjau bernama Fitri (35), yang berprofesi sebagai petani, pada Selasa (30/6/2026), diduga akibat DBD.

Kondisi tersebut menjadi pengingat penting, bahwa penyakit Demam Berdarah Dengue masih menjadi ancaman serius, apabila tidak dilakukan upaya pencegahan secara berkesinambungan.
Melalui kegiatan fogging ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman berharap dapat memutus rantai perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD.
Namun demikian, masyarakat juga diimbau untuk terus menerapkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui langkah 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta menjaga kebersihan lingkungan.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana aman, tertib dan lancar. Keberhasilan pelaksanaan Fogging ini menjadi cerminan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan serta melindungi warga dari ancaman penyakit menular. (Pewarta : H. Eddi Gultom).











