Silang Empat, Pasaman, Rata News.id :
Gema Takbir malam Idul Fithri 1447 Hijriah membahana, di Silang Empat, Cubadak Barat, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat.
Suasana malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H di Nagari tersebut, berlangsung pada Jumat malam (20/3/2026), berlangsung meriah dan penuh khidmat.
Tradisi tahunan ini kembali digelar dengan pawai obor (colok) yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang tua.
Pawai obor dilepas dari halaman Masjid Al Muttaqin Silang Empat setelah sholat Isya, dengan rute mengelilingi jalan-jalan kampung setempat.
Tidak hanya itu, rombongan peserta juga menelusuri jalan provinsi dengan jarak tempuh mencapai kurang lebih dua kilometer.
Sepanjang perjalanan, gema takbir “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil hamd” terus dikumandangkan oleh para peserta, menciptakan suasana religius yang menggema di tengah malam.

Pantauan wartawan Rata News.if di lokasi menunjukkan, seluruh peserta membawa obor terbuat dari bambu, dengan bahan bakar minyak lampu, sehingga cahaya api yang menyala memberikan nuansa merah nan indah, di tengah gelapnya suasana malam.
Sesekali, suara letusan mercon yang dimainkan oleh para pemuda, turut menambah semaraknya suasana, meski tetap dalam batas kewajaran.
Kebersamaan dan kekompakan warga terlihat jelas dalam kegiatan yang telah menjadi tradisi turun-temurun selama puluhan tahun tersebut.
Untuk memandu jalannya pawai, di barisan terdepan tampak sebuah kendaraan pick up, membawa pengeras suara (sound system), sehingga lantunan takbir dapat terdengar lebih luas.
Setelah menempuh rute yang telah ditentukan, seluruh peserta pawai kembali ke titik awal di halaman Masjid Al Muttaqin Silang Empat, sebagai penutup rangkaian kegiatan malam takbiran.
Tradisi pawai obor ini tidak hanya menjadi sarana syiar Islam, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar warga serta menjaga nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun di tengah masyarakat setempat.
Beberapa warga perantau yang pulang mudik saat lebaran, merasa sangat terharu. “Hal-hal seperti ini, yang terkadang membuat perasaan terharu, sehingga selalu rindu pulang kampung saat lebaran tiba,” ungkap beberapa perantau mengungkapkan rasa hatinya. (Laporan Wartawan Rata News.id : H.Eddi Gultom, dari Sumbar).











